Share |

Sponsor Ancam Penalti Liga


Sponsor utama Djarum Indonesia Super League 2009/2010 mempertimbangkan penalti kepada PT Liga Indonesia.


Hal ini imbas direvisinya venue Perang Bintang dari Jakarta ke Malang,Minggu (6/6). Kebijakan pemindahan tempat pertandingan Perang Bintang dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ke Kanjuruhan masih menyisakan dilema.Agenda itu sudah dicekal di Jakarta, imbas sikap anarkistis The Jakmania–julukan suporter Persija–pada beberapa home terakhir Macan Kemayoran. Perwakilan PT Djarum Fatih Chabanto mengatakan, pemindahan venue dinilai sudah mencederai kesepakatan. ”Liga akan kami penalti. Pemindahan venueitu sudah menyalahi aturan karena awalnya Perang Bintang disepakati digelar di Jakarta. Ini aneh.

Bagaimanapun, dasar kerja sama itu kepercayaan,” ungkap Fatih kemarin. Penyelenggaraan Perang Bintang merupakan satu paket dengan Liga Super. Djarum sudah mengeluarkan investasi total sebesar Rp37,5 miliar semusim untuk dua event tersebut plus Liga Super U- 21.Untuk Perang Bintang,satu laga agenda tersebut dibanderol Rp1 miliar.Fatih menambahkan,sistem kontrak baru musim depan sedang disiapkan. ”Kami sedang memikirkan terobosan kerja sama musim depan. Klausul akan dibuat per item beserta penaltinya.Tapi, kalau rencana ini dilakukan seolah tidak percaya 100%,”lanjutnya. Namun, sponsor belum menetapkan nilai denda yang harus ditanggung Liga.Mereka menunggu realisasi pelaksanaan Perang Bintang di Malang.Sponsor juga harus melihat laporan Liga terkait pemindahan venue.

Development Manager PT Zentha Hitawasana itu juga menjelaskan, bentuk penalti nantinya berupa pemotongan termin pembayaran terakhir uang sponsor. Mengacu nilai kontrak, Djarum masih memiliki beban investasi sebesar Rp5 miliar atau 13% dari total kontrak. ”Uang kontrak yang belum dibayarkan tinggal Rp5 miliar. Kesepakatan awal demikian. Nanti langsung dilakukan pemotongan. Tapi, kami belum tahu nilainya berapa. Biarkan event ini berlangsung, setelah itu baru dievaluasi. Pasti nanti kami hitung lagi,” ujarnya. Sinyal merah lain juga pantas diberikan kepada Liga. Mereka hampir memenuhi batas atas pelanggaran menggelar laga tanpa penonton. Sponsor sebelumnya memberi batas pelanggaran tidak lebih 5% dari 306 total laga.

Fatih menegaskan,sedikitnya sudah ada 13 laga yang digelar tanpa penonton bukan karena vonis Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. ”Pelanggaran Liga hampir 5%. Ini akan tetap kami evaluasi. Dari perhitungan kami, Liga tinggal memiliki dua kesempatan.Kompetisi sudah selesai, tapi kan masih ada satu pertandingan sisa,”tuturnya. Sementara itu, CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono mengatakan pemindahan venue Perang Bintang tetap di luar kewenangan Liga. Namun, Liga mengaku siap menerima konsekuensi dari pemindahan venuetersebut.

”Liga juga mengeluhkan kejadian itu.Perang Bintang adalah tanggung jawab Liga. Liga sudah berusaha menyukseskan event tersebut. Silakan saja kalau mau dihukum karena itu bagian dari professional agreement,”tandasnya. (wahyu argia)
Share on Google Plus

About 12paz