
Aremania Suporter fanatik Arema kecewa berat dengan larangan Polres Malang untuk datang menyaksikan tim kesayangan di stadion Tambaksari Sabtu (16/01/2010) nanti.
Yuli Sumpil Dirijen Aremania menganggap larangan tersebut terlalu berlebihan. Sejogyanya, hal itu hanyalah himbauan saja agar Aremania tidak berangkat ke Surabaya demi keamanan bersama.
“Hak menonton itu kan milik setiap orang. Jadi nggak bisa dilarang-larang. Kalau himbauan sih boleh-boleh saja. Kalau memang ada Aremania yang mau datang ya silahkan saja. Hanya, tetap resiko ditanggung mereka sendiri tentunya,” ucap Yulis Sumpil, Kamis (14/01/10) siang.
Dirijen Aremania itu menjelaskan, pada draf manual liga, sebenarnya jatah kuota bagi supporter tamu sebenarnya ada. Aturan dalam liga bahkan menyediakan 10 persen kuota tempat duduk bagi supporter tamu.
Nah, seharusnya, untuk mewujudkan sepakbola modern yang saat ini mulai dirintis Indonesia, pihak klub maupun semuanya mewujudkan akan hal itu.
“Sudah tidak jamannya lah supporter saling berseteru dan anarkis. Kita hidup dijaman modern dan penuh pemikiran terbuka. Masak soal urusan sepak bola aja sampai harus menghalalkan segala cara dalam menggapai kemenangan,” papar Yuli.
Yuli juga menilai, larangan pada Aremania untuk mendukung langsung skuad singo edan saat bertanding di Surabaya sebenarnya juga hal baik. Keputusan itu diberikan agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Tetapi, seandainya Panpel Arema maupun Panpel Persebaya serta petugas kepolisian menjamin rasa aman bagi supporter, toh tak ada yang perlu ditakutkan.
“Bagi Aremania memang beresiko tinggi jika datang tanpa pengawalan dari Petugas. Contohnya, saya saja jika kesana jelas akan membuat keruh suasana malahan. Tetapi, jika Panpel Arema memberi jaminan, ya apa salahnya kita dukung Arema disana,” terang Yuli.
Lebih dari itu, Yuli selaku Dirijen Aremania juga meminta agar pertandingan derby antar Jawa Timur itu, bisa disiarkan langsung melalui tayangan televisi.
Mengapa, karena hal itu bisa dijadikan obat pelipur lara Aremania yang tidak diperbolehkan menyaksikan langsung dilapangan.
“Minimal ada tayangan langsung lah ditelevisi. Biar kami bisa melihat secara ramai-ramai bersama teman-teman Aremania. Seandainya tidak disiarkan langsung, ini malah menimbulkan prasangka buruk. Ada apa ini, kok sampai tidak disiarkan segala,” terang Yuli.[yog/ted]