Share |

BTN Minta Anggaran Timnas Ditambah


Badan Tim Nasional (BTN) berniat menjalankan pembinaan pemain seperti era 1960. Untuk menunjang rencana tersebut, BTN membutuhkan anggaran yang lebih besar dibanding tahun 2009.

Menurut Ketua Umum BTN, Rahim Sukasah, pihaknya telah bertemu dengan PSSI untuk membicarakan penanganan timnas ke depan. Dalam pertemuan disepakati untuk menitikberatkan pembenahan pada pembinaan usia dini.

"Kita akan konsentrasi dalam pembinaan usia mudal. Kompetisi U-15, U-17 dan U-18 akan kembali ditingkatkan," kata Rahim di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Januari 2010.

Menurut Rahim kompetisi-kompetisi ini akan digelar oleh pengurs cabang (Pengcab) PSSI. "Seperti era 1960-an. Dulu kita punya timnas yang kuat karena kita juga punya pemain muda yang bagus," katanya.

Selain pembinaan usia dini, Rahim juga akan mengupayakan serangkaian uji coba internasional untuk timnas U-23 dan timnas senior. Kepada PSSI, BTN menurutnya telah mengajukan 8 masing-masing uji coba internasional.

"Permintaan ini sudah disetujui oleh PSSI dan mereka juga akan menyediakan dana untuk uji coba-uji coba ini," kata Rahim.

Untuk menjalankan program-program ini, Rahim mengaku butuh dana yang lebih besar dibanding tahun lalu. Bila tahun 2009, BTN hanya mendapat Rp25 miliar, maka tahun ini Rahim menilai akan ada peningkatan.

"Setidaknya peningkatannya mencapai 20 persen. Kalau program ini jalan, empat tahun ke depan kita akan mendapat timnas yang lebih baik," pungkas Rahim.

Prestasi timnas memang sedang berada di titik nadir. Setelah timnas U-23 gagal mendulang medali di SEA Games Laos 2009, timnas senior juga gagal melaju ke putaran final Piala Asia 2011.

Ini merupakan kegagalan pertama Indonesia sejak tampil pertama kali di Piala Asia 1996 lalu.
• VIVAnews
Share on Google Plus

About 12paz