
triker Perispura Titus Bonay menegaskan bahwa ia tak gentar untuk melakoni pertandingan tandang melawan Arbil BC di Iraq pekan depan. Baginya kekalahan saat di Mandala lalu harus dibalikkan dalam lawatan tersebut. Arbil menurutnya perlu mengerti sepenuhnya bagaimana kekuatan Persipura sebenarnya. Hasil 1-2 lalu bukan berarti Persipura bermain melempem tetapi saat itu dikatakan ada kekurangan yang kini telah dipahami oleh seluruh pemain.
“Mereka boleh berbangga saat ini karena berhasil mengalahkan kami di kandang tapi secara pribadi saya tak gentar sedikitpun dan kami siap membalikkan hasil ini karena pemain semua memiliki motivasi serupa, yaitu menang,” tegas Tibo.
Kelebihan Arbil lanjut mantan striker Persiram ini ada pada body ball dan lebih mengandalkan taktik serta efektifitas. Namun cara tersebut kini telah dipahami oleh Persipura. “Bukannya meremehkan tapi saya melihat permainan Chonburi saat main di Mandala lalu lebih menyusahkan kami ketimbang melawan Arbil. Chonburi lebih ngotot hingga kami perlu bekerja ekstra untuk memenangkan pertandingan tersebut,” imbuhnya.
Tentang cuaca di Iraq, pemain bermodel ramput Pieter Andre ini mengakui bahwa cuaca di Iraq memang panas namun angin yang berhembus justru dingin. Tahun 2009 lalu saat masuk dalam skuad Timnas, Tibo pernah bermain di Iraq dan kala itu menurutnya banyak pemain Indonesia yang mengalami bibir pecah-pecah. Untungnya ia sendiri tak mengalami hal serupa. “Bisa dibilang di Iraq seperti di Wamena, cuacanya panas tapi udaranya dingin, saat itu banyak pemain dari Jawa yang bibirnya pecah-pecah bahkan sampai berdarah,” katanya.
Dengan bisa dimainkannya Gerald Pangkali dan Yohanis Tjoe ia melihat kekuatan Persipura akan berbeda pada laga mendatang. “Nanti lihat saja, yang kami inginkan adalah kemenangan tanpa perpanjangan waktu, Tuhan bersama kami dan masyarakat sedang berdoa untuk kami,” imbuhnya. (ade/wen)
“Mereka boleh berbangga saat ini karena berhasil mengalahkan kami di kandang tapi secara pribadi saya tak gentar sedikitpun dan kami siap membalikkan hasil ini karena pemain semua memiliki motivasi serupa, yaitu menang,” tegas Tibo.
Kelebihan Arbil lanjut mantan striker Persiram ini ada pada body ball dan lebih mengandalkan taktik serta efektifitas. Namun cara tersebut kini telah dipahami oleh Persipura. “Bukannya meremehkan tapi saya melihat permainan Chonburi saat main di Mandala lalu lebih menyusahkan kami ketimbang melawan Arbil. Chonburi lebih ngotot hingga kami perlu bekerja ekstra untuk memenangkan pertandingan tersebut,” imbuhnya.
Tentang cuaca di Iraq, pemain bermodel ramput Pieter Andre ini mengakui bahwa cuaca di Iraq memang panas namun angin yang berhembus justru dingin. Tahun 2009 lalu saat masuk dalam skuad Timnas, Tibo pernah bermain di Iraq dan kala itu menurutnya banyak pemain Indonesia yang mengalami bibir pecah-pecah. Untungnya ia sendiri tak mengalami hal serupa. “Bisa dibilang di Iraq seperti di Wamena, cuacanya panas tapi udaranya dingin, saat itu banyak pemain dari Jawa yang bibirnya pecah-pecah bahkan sampai berdarah,” katanya.
Dengan bisa dimainkannya Gerald Pangkali dan Yohanis Tjoe ia melihat kekuatan Persipura akan berbeda pada laga mendatang. “Nanti lihat saja, yang kami inginkan adalah kemenangan tanpa perpanjangan waktu, Tuhan bersama kami dan masyarakat sedang berdoa untuk kami,” imbuhnya. (ade/wen)
