Share |

Jacksen Tiago : Mau Lolos, Persipura Harus Sikat arbil


Skuad Persipura terus mantapkan persiapan menghadapi Arbil di leg 2. dalam waktu yang tersisa ini Jacksen terus mendril anak asuhnya demi mencetak hasil yang positif.
Pelatih Persipura Jacksen F Tiago kepada wartawan mengaku tak ada pikiran lain kecuali bagaimana bisa menang melawan Arbil. Ya, meski berat namun peluang tersebut tetap terbuka, dan peluang tersebut akan diupayakan dengan memaksimalkan latihan jelang keberangkatan Persipura Sabtu (24/9) mendatang.
“Kami akan memaksimalkan persiapan kita sebaik mungkin, tidak ada lagi adaptasi, karena di Iraq merupakan negara asing bagi kita, baik cuaca, udara, air, lapangan, minum, semua itu berlawanan dengan kita. Bagi saya yang penting kami maksimalkan yang ada, dengan harapan agar terjadi sesuatu yang positif” tegasnya. “
Ditegaskan Arbil juga datang ke Papua dengan kondisi yang sangat lelah, cuaca di sini bagi mereka cukup ektrem, tapi Arbil mampu mengalahkan Persipura. Jacksen menyebut tim asal Iraq itu punya mental menang. “Kalau kita pikirkan aduh begini, aduh begitu selesai sudah... tapi kami harus berjuang terus, dan saya kira ini permainan level tinggi ” tukasnya.
Rencananya Jacksen F Tiago akan memboyong 18 pemain, mengapa hanya 18 pemain? Jacksen mengaku sesuai dengan kebutuhan tim dan lolos ke semifinal maka Persipura akan menjadi tuan rumah di leg 1, selain itu kompetisi ISL belum ada kejelasan kapan dimulainya.
Tentang agenda keberangkan, Jacksen menjelaskan timnya akan bermalam di Turki dan sampai di Iraq pada 26 September pagi. “Kami tiba disana tanggal 26 pagi, sebelumnya bermalam di Turki, jadi kondisi sama dengan Arbil ketika datang ke Jayapura,” katanya.
Dalam latihan sore kemarin di Stadion Mandala, Jakcen dan Metu menitik beratkan pada tehnik dan taktik. Mantan pelatih Persebaya ini mengatakan latihan ini bertujuan agar pemain bisa lebih leluasa terutama dengan gerakan tanpa bola, dengan kecepatan tinggi.
Latihan ini menurut Jacksen juga Boaz Solossa dkk nantinya diharapkan tidak menahan bola yang terlalu lama, dan bagaimana bisa memainkan bola dengan mobilitas yang tinggi dari gelandang. “Bagaimana kami bisa memainkan bola dengan banyak mobilitas dari gelandang, kita mau pemain gelanang turun minta bola karena kami tidak mau terjebak dalam pressure mereka, dan pemain gelandang harus berperan dalam serangan,” katanya.
“Arbil tidak akan melakukan pressure sepanjang pertandingan, pasti Arbil akan lengah, dan saat itu kami harus aktif dalam menyerang dan mobilitas yang tinggi, dengan harapan bisa menciptakan sesuatu yang positif,” tandasnya. (wen)
Share on Google Plus

About 12paz