
Mantan bomber Persija Jakarta dan PSIS Semarang, Emanuel Matias De Porras, resmi bergabung dengan klub Liga Primer Indonesia (LPI), Jakarta FC 1928.
"Saya datang kembali ke Jakarta untuk mencetak banyak gol dan membawa klub saya menjadi juara LPI," kata De Porras kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/2).
Penyerang berwajah tampan asal Argentina yang yang akrab dipanggil Cachi alias Si Kecil ini diperkenalkan CEO Jakarta FC 1928 Hadi Basalamah yang didampingi Direktur Teknik Risdianto, Manajer Tim Ardhi Tjahjoko, dan Gustavo Ortiz, pemain Jakarta FC 1928 asal Argentina yang menjadi teman akrab De Porras.
Menurut dia, Ortiz banyak berperan atas kembalinya dia bermain di Indonesia.
Ortiz memberi tahu saat ini sepak bola Indonesia sudah berubah dengan lahirnya liga profesional mandiri bernama LPI. Maka, tanpa harus perlu menunggu lama, hanya dalam hitungan satu bulan pemain kelahiran 16 Oktober 1981 itu memutuskan menerima pinangan Jakarta FC 1928.
Kehadiran De Porras disambut hangat manajemen Jakarta FC 1928. "De Porras tipe striker pembunuh," kata mereka.
"Pemain seperti dia lah yang dibutuhkan Jakarta FC 1928. Dia juga sudah dekat dengan Pelatih Bambang Nurdiansyah saat di PSIS," kata Direktur Teknik Jakarta 1928 FC Risdianto tentang pemain yang dikenal temperamental selama bermain di Indonesia pada 2003-2006 itu.
De Porras mengaku saat ini sudah tidak tempramental lagi, "Saya sekarang sudah bisa bermain lebih tenang. Dulu saya masih muda, sekarang saya sudah dewasa dan punya keluarga," jelas De Porras sembari tertawa.
CEO Jakarta 1928 FC Hadi Basalamah juga yakin bahwa pemain barunya itu bakal berubah. "Permainan kasar, apalagi sampai mencederai pemain lawan atau memukul wasit, tidak akan ditoleransi LPI yang sangat menjunjung tinggi sportivitas dan menegakkan fair play," kata Hadi Basalamah.
De Porras tiba di Jakarta Selasa pagi setelah terbang dari Buenos Aires. Pemain bertampang macho ini sudah tidak asing lagi bagi penggemar sepakbola di Tanah Air.
Pada musim kompetisi 2003-2004, ia menjadi ikon klub Persija Jakarta. Begitu pun saat ia bermain untuk PSIS Semarang pada 2005-2006, Cachi menjadi idola suporter, Jakmania maupun Panser Biru, karena kepiawaiannya di atas lapangan.
Pada akhir musim kompetisi 2006, De Porras pergi meninggalkan Indonesia. Dua tahun ia bermain dengan salah satu klub Serie C Italia, dari sembilan kali main berhasil mencetak 15 gol. Kemudian ia kembali ke negaranya, bermain selama dua musim untuk klub divisi tiga di Argentina sebelum dipinang Jakarta FC 1928. (Ant/RIZ)
"Saya datang kembali ke Jakarta untuk mencetak banyak gol dan membawa klub saya menjadi juara LPI," kata De Porras kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/2).
Penyerang berwajah tampan asal Argentina yang yang akrab dipanggil Cachi alias Si Kecil ini diperkenalkan CEO Jakarta FC 1928 Hadi Basalamah yang didampingi Direktur Teknik Risdianto, Manajer Tim Ardhi Tjahjoko, dan Gustavo Ortiz, pemain Jakarta FC 1928 asal Argentina yang menjadi teman akrab De Porras.
Menurut dia, Ortiz banyak berperan atas kembalinya dia bermain di Indonesia.
Ortiz memberi tahu saat ini sepak bola Indonesia sudah berubah dengan lahirnya liga profesional mandiri bernama LPI. Maka, tanpa harus perlu menunggu lama, hanya dalam hitungan satu bulan pemain kelahiran 16 Oktober 1981 itu memutuskan menerima pinangan Jakarta FC 1928.
Kehadiran De Porras disambut hangat manajemen Jakarta FC 1928. "De Porras tipe striker pembunuh," kata mereka.
"Pemain seperti dia lah yang dibutuhkan Jakarta FC 1928. Dia juga sudah dekat dengan Pelatih Bambang Nurdiansyah saat di PSIS," kata Direktur Teknik Jakarta 1928 FC Risdianto tentang pemain yang dikenal temperamental selama bermain di Indonesia pada 2003-2006 itu.
De Porras mengaku saat ini sudah tidak tempramental lagi, "Saya sekarang sudah bisa bermain lebih tenang. Dulu saya masih muda, sekarang saya sudah dewasa dan punya keluarga," jelas De Porras sembari tertawa.
CEO Jakarta 1928 FC Hadi Basalamah juga yakin bahwa pemain barunya itu bakal berubah. "Permainan kasar, apalagi sampai mencederai pemain lawan atau memukul wasit, tidak akan ditoleransi LPI yang sangat menjunjung tinggi sportivitas dan menegakkan fair play," kata Hadi Basalamah.
De Porras tiba di Jakarta Selasa pagi setelah terbang dari Buenos Aires. Pemain bertampang macho ini sudah tidak asing lagi bagi penggemar sepakbola di Tanah Air.
Pada musim kompetisi 2003-2004, ia menjadi ikon klub Persija Jakarta. Begitu pun saat ia bermain untuk PSIS Semarang pada 2005-2006, Cachi menjadi idola suporter, Jakmania maupun Panser Biru, karena kepiawaiannya di atas lapangan.
Pada akhir musim kompetisi 2006, De Porras pergi meninggalkan Indonesia. Dua tahun ia bermain dengan salah satu klub Serie C Italia, dari sembilan kali main berhasil mencetak 15 gol. Kemudian ia kembali ke negaranya, bermain selama dua musim untuk klub divisi tiga di Argentina sebelum dipinang Jakarta FC 1928. (Ant/RIZ)