
Kekalahan 0-6 dari Sriwijaya FC di Inter Island Cup (IIC) 2010 terus berbuntut. Manajemen Persib Bandung memutuskan mengikat Pelatih Daniel Darko Janackovic selama setengah musim.
Manajer Persib Umuh Muchtar menyatakan, keputusan itu diambil setelah melihat kinerja Darko di ajang IIC. ’’Jadi sepertinya kami akan menjajal Darko selama setengah musim ke depan. Ini sebagai bentuk evaluasi manajemen atas kinerja Darko di IIC kemarin. Kalau ternyata dia berhasil,tentu akan kami perpanjang lagi,” tutur Umuh kepada SINDOkemarin. Pria yang juga Direktur Utama PTPersib Bandung Bermartabat(PT PBB) ini mengakui hal tersebut masih sebatas rencana manajemen. Rencananya kontrak pelatih dan para pemain akan dilaksanakan paling telat hari ini.Sebab,terhitung sejak hari ini para pemain diliburkan menjelang Idul Fitri.
’’Kami akan mengonsultasikan dulu dengan penyandang dana,”tandasnya. Jauh sebelum IIC 2010 di Palembang berlangsung,manajemen juga sempat mewanti-wanti Darko jika tiga kali pertandingan kalah, pelatih berpaspor Prancis itu akan didepak dari Maung Bandung. Namun, dengan berjalannya waktu, ancaman tersebut tiba-tiba sudah tak terdengar lagi. Lebih lanjut Umuh mengatakan, dengan kegagalan Darko di ajang IIC yang berbuntut Persib menjadi juru kunci, sebetulnya manajemen memiliki alasan memangkas nilai kontrak pelatih terbaik di Liga Al-Jazair tersebut. Sebelumnya nilai kontrak Darko memang terbilang fantastis dan menjadi pelatih termahal di kancah sepak bola Tanah Air, dengan nominal Rp1,5 miliar per musim.
Namun, hal ini baru sebatas rencana manajemen dan segera dibahas bersama penyandang dana. Jika menilik pada harga pantas bagi pelatih asing yang baru berkiprah di Indonesia dan berdasarkan hasil evaluasi di Palembang, Umuh menyatakan bahwa harga kontrak Darko antara Rp750 juta sampai Rp1 miliar per musim. ’’Kita lihat saja nanti bagaimana keputusan akhirnya,”tandasnya. Hingga kemarin jajaran pelatih dan punggawa Maung Bandung masih belum mendapat kepastian soal waktu kontrak.
Banyak dari mereka yang terpaksa menunda keberangkatan ke kampung halaman karena belum adanya keputusan yang jelas soal kontrak. ’’Meski optimistis akan dikontrak, kalau belum jelas kan jadi belum tenang,”kata defender Isnan Ali. (raka zaipul)
