
Beberapa klub Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 masih menyisakan utang dari musim sebelumnya.Padahal kickoff menuju musim baru ISL tinggal hitungan pekan atau tepatnya pada Minggu (26/9).
Problem finansial masih dialami beberapa klub ISL. Selain tanda tanya jaminan pendanaan musim baru, klub masih menyisakan utang. Bontang FC (BFC) saat ini masih menunggak gaji pemain untuk dua bulan terakhir musim 2009/2010. Manajemen BFC juga belum bisa mengembalikan dana pinjaman guna membayar transportasi dan akomodasi pemain.Total utang BFC yang menumpuk senilai Rp3 miliar.’’Kami belum bisa melunasi utang-utang itu. Klub masih kesulitan pendanaan,”ungkap Ketua Umum BFC Andi Sofyan Hasdam kemarin. Krisis finansial akut sebelumnya dialami beberapa klub ISL.
Persija Jakarta yang didukung dana dari APBD senilai Rp 21 miliar juga sempat menunggak gaji pemain sampai tiga bulan. Klub berjuluk Macan Kemayoran juga sempat dikabarkan terpaksa menunda pembayaran gaji dua bulan,menjelang ending kompetisi. Semua imbas dari keterlambatan pencairan subsidi APBD. Nasib serupa dialami Pelita Jaya. Klub milik keluarga Bakrie ini menunggak gaji pemainnya sampai empat bulan. Efeknya, untuk bertahan di ISL, mereka harus menjalani play-off. Mereka juga tersingkir di babak 16 besar Piala Indonesia (PI) 2010. Beban serupa Pelita Jaya juga harus dihadapi Persik Kediri.
Karena cash money terbatas, klub kebanggaan suporter Persikmaniaini hanya sanggup membayar setengah gaji pemain selama dua bulan. Persik memang berhasil menjadi semifinalis PI, tapi mereka terdegradasi ke Divisi Utama untuk kompetisi reguler. Untuk BFC, soal pembayaran tunggakan akan dilakukan. Namun, menurut Andi, semua akan dilunasi begitu subsidi dari pemerintah cair. ”Klub akan melunasi semua beban sesuai kontrak. Nantinya gaji pemain yang kontraknya tidak diperpanjang akan langsung di transfer ke rekening masing-masing,”tuturnya. Manajemen BFC untuk musim depan tidak memperpanjang kontrak semua pemain.
Sedikitnya tujuh nama terpaksa dilepas klub ini.Mereka adalah top skor musim lalu Aldo Baretto,Trias Budi,Kenji Adachihara, Kan Kikuchi, serta M Bahtiar.Namun, BFC mendatangkan beberapa amunisi baru untuk musim depan. ’’Kami akan melunasi utang itu sebelum kickoff ISL.Untuk musim depan, mayoritas pemain belum sign contract. Proses negosiasi belum dilakukan. Kami juga belum bisa menghitung nilai kenaikan kontrak pemain lama,” lanjut Andi. Kesehatan finansial klub menjadi salah satu parameter kelayakan. Tiket ISL 2010/2011 bisa saja dianulir, bila klub masih menyisakan problem finansial musim sebelumnya.
Sementara itu,masalah serupa dialami Sriwijaya FC (SFC). SFC masih menunggak bonus pemain senilai Rp1,45 miliar. Rinciannya apresiasi Rp850 juta diberikan manajemen,lalu bonus Rp600 juta berasal dari hadiah juara PI 2010. Bukan hanya klub berjuluk Laskar Wong Kito itu saja yang bermasalah, juara ISL Arema Indonesia pun memiliki persoalan sama. Mereka belum membayarkan bonus juara ISL, karena prize money Rp2 miliar belum juga dicairkan.
’’Semua akan dilunasi kalau hadiah itu cair.Tapi,masalahnya kami belum menerima dana itu,”tandas Manajer SFC Hendri Zaenudin. (wahyu argia)
