
Verifikasi masih menjadi patokan utama bagi PT Liga Indonesia (PT LI) untuk menentukan layak tidaknya sebuah klub berlaga di Indonesia Super League (ISL) musim 2010-2011. Lima aspek bakal menjadi bahan penilaian PT LI, yakni infrastruktur, sporting, finansial, badan hukum, serta personel dan administrasi.
Namun, verifikasi yang dilakukan PT LI untuk klub-klub kontestan ISL musim mendatang terlihat lebih lunak daripada gelaran yang sama edisi 2009-2010. Buktinya, selain bakal menghilangkan aspek finansial berupa deposit Rp 5 miliar, PT LI tak terlalu ambil pusing dengan kelayakan infrastruktur yang dimiliki sebuah klub. Misalnya, dari sisi kualitas lapangan.
"Mungkin sebuah klub memiliki kelemahan di sektor lapangan, tapi tentu mereka mempunyai keunggulan di aspek lainnya. Hal itulah yang perlu dipertimbangkan," terang Tigor Shalom Boboy, corporate PT LI, kemarin.
Padahal, sebelumnya aspek lapangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. PSIS Semarang dan PKT Bontang pernah merasakan ketiban durian runtuh karena bisa masuk ke orbital ISL setelah Persiter Ternate dan Persmin Minahasa dinyatakan tidak lolos verifikasi PT LI.
Tigor mencontohkan Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut memang "memiliki" Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai kandang. Namun, mereka kadang kesulitan mendapatkan izin pertandingan. Apalagi, Persija dianggap tak memiliki legalitas yang cukup kuat. Itu terjadi karena adanya dualisme kepengurusan di tim pemilik satu gelar Divisi Utama tersebut.
"Tapi, mereka memiliki aspek lain yang cukup bagus. Itu menjadi pertimbangan untuk mereka," jelas Tigor.
Dia menambahkan, PT LI bakal memulai verifikasi pada pertengahan Juli. Namun, dia belum bisa membeberkan jadwal pasti verifikasi tersebut. Jika dilakukan pertengahan Juli mendatang, diharapkan verifikasi bakal kelar akhir Juli.
"Namun, kami juga belum bisa menentukan metode verifikasi yang akan kami lakukan. Apakah akan jemput bola atau bagaimana," tegas Tigor.
Tapi, beberapa waktu lalu CEO PT LI Joko Driyono menyatakan bahwa institusinya bakal melakukan sistem jemput bola guna mengetahui masalah yang dihadapi klub-klub. Mekanismenya, PT LI bakal datang ke setiap klub untuk melakukan hearing mengenai apa saja kendala yang dimiliki klub-klub kontestan ISL musim mendatang.
"Bisa jadi asistensinya seperti itu. Tapi, kami juga belum membentuk tim untuk melakukan hal tersebut." sebut Tigor. (ru/c13/diq)
