
Persik Kediri tak mau terpancing. Tim asal Kota Tahu tersebut enggan meladeni pernyataan pemain Persija Jakarta yang khawatir akan faktor nonteknis saat bersua dengan Persik di babak delapan besar Piala Indonesia 2010 nanti.
"Saya pikir, itu pernyataan pribadi pemain. Mereka bebas menilai dan berpendapat. Persik akan menatap pertandingan dengan Persija nanti secara positif dan penuh motivasi," kata Humas Persik Nur Muhyar kemarin (6/7).
Sebagai pemain profesional, tutur Kabag Humas Pemkot Kediri itu, para pemain dan pelatih dalam tim harus memikirkan cara bermain yang baik dan berupaya maksimal untuk menang. Mereka harus mempersiapkan fisik, stamina, kecepatan, hingga strategi.
"Kami tidak tahu faktor nonteknis apa yang dimaksud," lanjutnya.
Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, pemain Persija Leonard Tupamahu mengatakan trauma saat timnya berlaga dengan Persik. Menurut dia, Persik memiliki keunggulan nonteknis yang lebih banyak daripada faktor teknis. Karena itu, Persik menang 2-1 saat menjamu Macan Kemayoran -julukan Persija- pada leg II Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 di Stadion Brawijaya.
Saat itu Saktiawan Sinaga dkk memang menang agak kontroversial. Tuan rumah mendapatkan hadiah penalti pada menit akhir. Jatuhnya Mahyadi Panggabean dituding sebagai diving sehingga tidak layak memperoleh hadiah penalti. (jie/jpnn/c11/diq)
