
Striker muda PSM, M Rahmat, makin tajam. Pada uji coba PSM melawan tim Porda Maros, Kamis, 15 Juli, di Lapangan Karebosi, Rahmat menjadi penentu kemenangan dengan gol tunggalnya.
"Kami berharap dia makin matang. Turun dengan kolaborasi senior dan junior, dia satu-satunya yang menjadi andalan," kata asisten pelatih PSM sementara, Imran Amirullah, memuji anak asuhnya itu.
Sebelumnya, Rahmat juga mencetak dua gol ke PS Kutim lalu cetak lima gol ke gawang Jeneponto Selection. Dalam tiga uji coba, striker muda ini mengemas delapan gol.
Uji coba ini memang diagendakan Imran sebagai variasi latihan. Imran khawatir rasa jenuh pemain muncul, karena kompetisi masih lama bergulir. "Sebenarnya kami agendakan setiap akhir pekan. Kalau ada tim yang berminat silakan, kami siap menjadi penantang," kata Imran.
PSM turun minus Syamsul Chaeruddin. Kapten tim PSM yang disebut-sebut bakal hengkang dari skuad Pasukan Ramang itu belum bergabung di latihan resmi PSM sejak pulang dari uji coba di Jeneponto. Sementara tiga pemain senior lain: Handi Hamzah, Asri Akbar, dan Samsidar tetap turun membela PSM.
"Tidak tahu ke mana. Kemarin dia bilang mau datang, tetapi tidak muncul-muncul," ungkap Imran.
Pelatih Porda Kabupaten Maros, Syamsuddin Batola, mengakui kekalahan timnya lebih karena faktor mental. "Anak-anak seperti grogi menghadapi tim senior. Tetapi lumayan, karena mereka sudah memberi perlawanan," kata Syamsuddin.
Tim Porda Maros lolos ke Pangkep dengan yang cukup memuaskan. Tiga kali berlaga di grup VI, Maros dua kali menang dan sekali seri dengan 7 poin. Hasil ini pula yang menebalkan keyakinan Syamsuddin bisa memberi perlawanan kepada PSM. "Tetapi akhirnya kami kalah. Ini pelajaran berharga," akunya. (aci)
