Share |

Persebaya vs Sriwijaya : Misi Sulit Buaya Ijo


Persebaya Surabaya siap melupakan semua masalah.Pasukan Bledug Ijopun siap menjalani misi sulit menembus lubang jarum kala menjamu Sriwijaya FC (SFC) sore ini.

Bertarung di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, kemenangan minimal 3-0 harus direbut Persebaya, jika ingin melaju ke semifinal Piala Indonesia 2010.Pada leg pertama perempat final di Palembang, Jumat (16/7), anak asuh Rudy W Keltjes kalah dua gol tanpa balas. Catatan hasil negatif itu membuat Mat Halil dkk harus bekerja superkeras.Semua demi mengejar defisit gol dari SFC dan sebagai syarat meraih tiket ke 4 besar. ’’Benar, kami butuh lebih dari sekadar kerja keras,”ujar Keltjes.

Sang arsitek mengakui ketinggalan dua gol terhitung sangat sulit untuk dikejar. Sebab, Persebaya harus menang dengan skor besar. Masalahnya, membobol jala SFC yang biasanya dijaga Ferry Rotinsulu bukan kerja ringan, meski pasukan Bledug Ijo bermain di depan suporter setianya,Bonek. Untuk menang dengan margin tiga gol atau lebih tanpa balas, sangat sulit bagi Persebaya.Musim ini semua terbukti. Sebab, nyatanya Mat Halil dkk jarang menang dengan hasil seperti itu.

Terlebih, jauh sebelum menghadapi SFC di Palembang,Keltjes menyatakan secara materi pemain Persebaya kalah kelas dari lawannya ini. ’’Bodoh, kalau tidak mengakui Sriwijaya FC itu tim bagus. Baik pemain lokal maupun asing mempunyai kelas tersendiri,” kata Keltjes sambil menyebut Anoure Obiora,Zah Rahan,Keith Kayamba Gumbs,Arif Suyono, hingga Ponaryo Astamanadalahpilarberkualitas yang menjadi kekuatan SFC.

Mantan arsitek PSMS Medan itu menegaskan,faktor tuan rumah bukan garansi mutlak bagi Persebaya untuk dapat menang dan lolos.Menurut Keltjes, butuh permainan berkualitas,energi ekstra, plus motivasi ganda. Hingga sang arsitek menyebut laga nanti tak sebatas membawa misi Persebaya lolos ke semifinal, tapi juga partai pertaruhan harga diri. Artinya,Persebaya harus menjawab keraguan para Bonek setelah skuad Bledug Ijo kocar-kacir di Djarum Indonesia Super League (ISL) 2009/2010.

Sayang, misi itu tak didukung amunisi Persebaya yang jempolan, terutama di lini depan. Striker tuan rumah dinilai tak tajam sehingga sulit membuat Persebaya maksimal. ’’Kami memang tidak punya striker dengan tipe eksekutor.Striker yang kami miliki rajin mencari bola dan membuat peluang.Tapi, naluri gol mereka masih lemah,” kata Keltjes. Dari SFC,Pelatih Rahmad ’RD’ Darmawan mengakui kalau timnya selalu kesulitan setiap main di Jawa Timur (Jatim).

Meski SFC pada ISL musim ini memiliki catatan manis di Surabaya, dia mengaku tak mudah membendung Persebaya. RD pun membawa misi utama mengamankan kemenangan dua gol di Palembang.Namun, bukan berarti Laskar Wong Kito–– julukan SFC––tak waspada.Sebab,RD khawatir anak asuhnya tertekan oleh serangan Persebaya yang diprediksinya akan membabi-buta.

’’Segala kemungkinan masih bisa terjadi.Kami tidak enak-enakan walau menangdengan selisihdua gol.Di Surabaya,segalanya menjadi mungkin. Jadi, kami di sini tidak hanya mengamankan skor yang ada.Tapi, SFC juga mengantisipasi agresivitas Persebaya,”tutur RD. Keseimbangan di lapangan akan berusaha dipertahankan RD.

Artinya, sang arsitek tidak akan terlalu bertahan, tapi juga tak memaksakan menyerang untuk menekan tuan rumah. Menurut dia, jika sampai terjebak pada situasi itu, banyak celah yang bisa dimanfaatkan Persebaya. Salah satu senjata SFC adalah counter attack. Serangan balik ini akan dioptimalkan RD dalam menyusun taktik. Semua untuk meladeni Persebaya yang bermain secara terbuka.’’Kami tidak bermain terbuka, tapi juga jangan sampai didikte ritme permainan Persebaya,” tandasnya. (kukuh setyawan).
Share on Google Plus

About 12paz