Share |

Arema Minta Jaminan Keamanan Di Bandung


Kekalahan Arema atas Persib Bandung 0-1 di Stadion si Jalak Harupat, Bandung, pada putaran kedua Liga Super, 14 Maret lalu, tampaknya tak bisa dilupakan headcoach Robert Alberts. Khususnya jelang leg kedua babak 8 besar Piala Indonesia, Kamis (22/7) besok. Bahkan pelatih asal Belanda ini mengaku cukup was-was. Terutama menyangkut keamanan sebelum, saat dan sesudah pertandingan di Bandung.
Robert memiliki pengalaman yang tidak mengenakkan saat Arema bertandang ke Bandung. Yakni adanya intimidasi dari suporter tim tuan rumah, yang membuat Roman dkk tak bisa main lepas. Sejak bus yang membawa tim Arema akan memasuki stadion, oknum suporter Persib sudah melancarkan aksi tak sportif. Lebih parah lagi, saat memasuki pertandingan babak kedua, suporter yang hadir di stadion membeludak hingga turun ke sentelban dan sempat berada di belakang bench pemain Arema.
‘’Saya minta kepada manajemen agar mempersiapkan segalanya untuk pertandingan Arema di Bandung. Yakni perlunya penambahan personil keamanan, untuk antisipasi kejadian di Bandung saat penonton masuk ke lapangan,’’ ungkap Robert usai memimpin latihan di Gajayana, kemarin pagi.
Tak hanya meminta jaminan kemanan, Arema yang akan dijamu Persib di Stadion Siliwangi, juga meminta ada kepastian jatah latihan untuk Arema. Terutama menyangkut kepastian hari dan jam. ’’Karena dari pengalaman kemarin, ketika mau latihan, lapangan tidak boleh dipakai. Itu mempengaruhi tim,’’ katanya.
Di banding kapasitas Stadion si Jalak Harupat, Stadion Siliwangi jelas tak akan menampung ribuan suporter Persib. Sehingga kemungkinan penonton akan kembali membeludak, sangat besar. Kondisi ini yang ingin diantisipasi Robert dengan meminta jaminan keamanan dari panpel Persib.
Terlepas faktor keamanan itu, Robert mengaku terus mempersiapkan fisik dan mental bertanding pemainnya di Bandung. Menurutnya, para pemain tidak boleh terlalu percaya diri saat dijamu Persib, sekalipun datang ke Bandung dengan modal kemenangan 3-0.
‘’Kita harus selalu waspada karena peluang Persib untuk bisa menang lebih dari empat gol masih sangat tinggi. Untuk itu pemain dituntut untuk bersikap selalu waspada, kunci sukses permainan kita adalah dengan tidak memberi ruang gerak gelandang dan striker Persib,’’ yakin Robert.
Mantan pelatih Serawak FC ini mengaku, kemenangan 3-0 pada leg pertama di stadion Kanjuruhan, Minggu (18/7) kemarin adalah karena timnya sudah membaca salah satu kelemahan Persib, yaitu dengan absennya Sathosi Otomo. Gelandang Persib asal Jepang itu absen karena cedera.
‘’Sathosi itu memiliki peran seperti Esteban di lini tengah, itu yang kita manfaatkan. Sedangkan Arema dengan absennya Esteban sebenarnya juga tidak punya playmaer untuk mengatur serangan. Tapi kita ada Bustomi yang sudah berusaha maksimal, meski perannya tidak bisa sama seperti Esteban,’’ jelas Robert.
‘’Kunci sukses Arema lain adalah pergantian Dendi dan Rony. Perubahan itu membuat pemain Persib kebingungan, khususnya saat ada pergantian posisi. Kita sebenarnya ada beberapa peluang yang harusnya jadi gol,’’ sambung pelatih yang sebelumnya telah memfokuskan pemainnya untuk menang minimal tiga gol ini. (bua/avi)
Share on Google Plus

About 12paz