Share |

Arema vs Persik : Harga Diri Versus Ambisi


Selain berebut tiket ke final Piala Indonesia (PI) 2010,Persik Kediri dan Arema Indonesia menyimpan misi lain yang lebih penting pada semifinal di Stadion Gelora Delta Sidoarjo malam ini.


Arema datang dengan berkalung gelar mentereng, yakni juara DjarumIndonesia Super League (ISL). Sayang, kebanggaan dan gengsi Singo Edan tereduksi situasi klub yang tak stabil. Gaji dan uang hadiah belum terbayar. Itu masih ditambah ketidakpastian perpanjangan kontrak Pelatih Robert Rene Alberts dan pemain. Alhasil, klub Malang itu lebih terlihat sebagai juara yang terluka. Motivasi pemain pun diragukan di PI. Namun,bukan Arema kalau tidak menyimpan ambisi.Ya, di tengah ketidakpastian manajemen, Singo Edan menyimpan ambisi tinggi, yaitu mengawinkan gelar ISL dan PI.Pelatih Alberts pun tak menyembunyikan itu.

’’Gelar ganda? Semua tim pasti ingin, termasuk Arema. Saya secara pribadi juga ingin meraih double winners,” ungkap meneer Belanda itu kemarin. ’’Tapi, kami masih di semifinal dan harus menyingkirkan dua tim lain untuk bisa mencapai itu,” ujar Alberts. Saking berambisinya, Alberts merasa gusar dengan manajemen yang belum membayar gaji bulan Juni ke pemain. Tim pertama yang harus dilewati Singo Edan adalah Persik,tim yang bangkit dari lubang degradasi ISL dan ingin menebusnya di PI 2010. Mempelajari rekaman pertandingan Persik, Alberts mengaku sudah mengantongi sejumlah kelemahan calon lawan.

Dia berupaya Arema lebih mendominasi pemainan melalui ball possessionsebesar mungkin. Khusus untuk striker Yongki Ariwibowo yang disebutnya sedang dalam top performa,Alberts akan menugaskan Pierre Njanka untuk mematikannya.Keunggulan fisik dan kemampuan pengawalan sang kapten mantan pilar timnas Kamerun pada Piala Dunia 1998 dan 2002 itu diharapkan bisa meredamYongki. Di depan, Roman Chamelo yang kembali ditugaskan sebagai striker lubang akan kembali mendapat tandem sang targetman Noh Alam Shah yang sudah pulih dari cedera.Kecepatan keduanya diharapkan bisa menembus benteng Macan Putih –julukan Persik– yang sering bermasalah menghadapi striker berkecepatan tinggi.

Semua strategi ini akan kembali terangkum dalam pola ideal 4-2-3-1 atau 4-4-2. Bagaimana Persik? Tak salah jika laga ini pas sebagai pertaruhan harga diri. Berdarah-darah di ISL sehingga terjerembab ke lubang degradasi,Macan Putihharus kehilangan muka di depan Persikmania, suporter fanatik mereka. Semifinal inilah langkah awal menebus kekecewaan Persikmania. Paling tidak final PI 2010 sudah mengurangi beban sebagai tim yang pernah menjadi juara Divisi Utama. ’’Piala Indonesia sangat berarti bagi Persik.Saya ingin pemain melupakan prestasi mengecewakan di ISL.Tidak usah melihat bagaimana perbedaan prestasi Arema dengan Persik.

Buktinya Persija bisa kami singkirkan (di perdelapan final),” kata Pelatih Persik AgusYuwono. Mantan asisten Gusnul Yakin itu akhirnya mengakui Arema-lah tim yang diinginkannya menjadi lawan di semifinal.Alasannya, dia sudah tidak asing dengan komposisi yang dimiliki SingoEdan.Baikkelemahan maupun kelebihan Roman dkk sudah dalam genggamannya. Agus cukup lega mengingat timnya bakal turun dengan kekuatan penuh.Dengan formasi lengkap, ambisi menyingkirkan Arema dari PI 2010 semakin besar. Jika bermain dengan pola ideal 4-3-1-2, kekuatan tim ada di depan dan sayap kiri.

Saat menaklukkan Persija di Kediri,peran striker Yongki Ariwibowo dan Mahyadi Panggabean cukup dominan, selain striker China Zhang Shuo yang pandai mengacaukan konsentrasi pertahanan lawan. Namun, Agus terlihat masih menyembunyikan strategi yang bakal dijalankan. Dia hanya mengatakan strategi di lapangan tergantung kondisi saat pertandingan.’’ Yang pasti,tidak ada perubahan besar soal materi pemain.Hampir sama seperti saat melawan Persija. Soal apa yang harus dilakukan pemain, akan tergantung kondisi pertandingan dan strategi lawan. Intinya 99,9% tim sudah siap tempur,” tutur Agus.

Pastinya timnya bertekad meningkatkan performa dibanding saat memulangkan Persija. Melangkah ke semifinal adalah pencapaian yang jauh di luar dugaan karena target sesungguhnya hanya lolos dari fase grup. Fakta inilah yang melambungkan daya tarung Macan Putih. (kukuh setyawan)
Share on Google Plus

About 12paz