
Selain mendulang kekalahan atas tamunya PSPS Pekanbaru 0-1, Rabu (31/3/2010) sore hari ini di stadion Gelora 10 Nopember, panitia pertandingan (panpel) Persebaya juga mengalami kerugian besar. Sebab dari 29 ribu tiket yang mereka sediakan, tak sampai lima ribu tiket yang terjual.
Menurut data yang diumumkan MC pertandingan, Soepangat, jumlah keseluruhan tiket yang terjual adalah 4953 tiket. Dengan rincian, 44 tiket VIP, 446 tiket utama dan 4468 tiket ekonomi.
''Tapi itu jumlah itu hingga babak pertama saja,'' kata pria yang juga humas Panpel itu.
Untuk tiket ekonomi dihargai Rp 20 ribu per lembar, Rp 50 ribu untuk tiket utama dan Rp 100 ribu untuk tiket VIP. Jika ditotal dengan jumlah tiket yang terjual, maka panpel hanya mendapatkan pemasukan kurang lebih Rp 116 juta.
Jumlah yang sangat sedikit mengingat keseluruhan tiket yang disediakan berjumlah Rp 29 ribu. Jika semua tiket itu terjual, maka Bajul Ijo bisa meraup keuntungan lebih dari Rp 700 juta. Jumlah penonton pada pertandingan ini juga mencatat rekor sebagai penonton tersedikit selama Bajul Ijo main di kandang.
Sedang untuk jumlah penonton terbanyak terjadi ketika Persebaya bersua dengan juara bertahan Superliga, Persipura Jayapura. Juga saat bertemu Persib Bandung dan Arema Malang. ''Mungkin karena ada KSN, sehingga perhatian terpecah ke Malang,'' ucap humas panpel, Surahman.[sya/ted]
