Manajemen Persija Jakarta, akan melayangkan protes ke Komisi Disiplin (Komdis) terhadap keputusan penalti kontroversial yang menyebabkan mereka kalah dari Persik Kediri 2-1, pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI), di Stadion Brawijaya, Kendiri, Rabu (31/3).
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Mahyadi Panggabean, sukses menjadi 'aktor' pada laga itu setelah melakukan aksi menjatuhkan diri sendiri di dalam kotak penalti Persija. Merespon hal itu, wasit Viator Ambarita menunjuk titik putih. Lantaran penalti itu, Macan Kemayoran harus menelan kekalahan yang menyakitkan.
Asisten Manajer Persija, Ferry Indrasjarief mengaku geram akan keputusan itu. Wasit telah memberikan keputusan yang salah. “Saya sangat kecewa atas keputusan itu. Kami akan mengirimkan surat protes ke komdis segera,” ujarnya usai pertandingan.
Lebih lanjut Ferry mengatakan, “Walau hasil pertandingan tidak akan berubah, kita akan tetap mengajukan protes. Kami berharap, protes ini akan membawa perubahan ke depan buat sepak bola kita,” katanya.
Terkait semakin tertutupnya peluang Macan Kemayoran menyabet gelar Juara LSI, Ferry mengungkapkan bahwa timnya pasrah. “Atas kekalahan pada laga ini, peluang Persija untuk menjadi juara semakin tertutup. Kita akan coba melewati setiap laga sisa dengan lebih baik. Pastinya akan berjuang keras,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Eksekutif PSSI, Bernhard Limbong mengatakan, “Silahkan Persija laporkan permasalahan itu ke Komdis. Kalau bisa secepat mungkin agar segera diproses,” katanya.
Limbong menambahkan, nanti laporan itu akan segera ditindaklanjuti Komdis. Mereka akan mencari apakah itu kesalahan manusia atau ada udang di balik batu. “Kalau sudah masuk ke Komdis, nanti akan diproses. Komdis akan cari di mana kesalahannya, apa karena unsur human error atau masalah yang lainnya,” tandasnya.
“Biasanya komdis akan memanggil perangkat pertandingan, wasit yang bersangkutan dan pihak manajemen Persija. Kalau sudah menemukan permasalahan, akan diumumkan segera,” pungkasnya.

