
Laskar Si Pitung dikenal sebagai kesebelasan yang hampir selalu memasukkan gol saat laga tandang. Tim asal Jakarta Utara itu memiliki kekuatan serangan yang membahayakan.
Bagi Arema Indonesia, daya gedor Persitara sangat berbahaya dan seringkali membuat pertahanan lawan runtuh. Pelatih Arema Indonesia Robert ‘Meneer’ Alberts mengatakan, dalam hal kekuatan tim, klub liga Indonesia hampir mirip dengan liga Inggris.
Artinya, tim yang sedang menempati posisi di bawah klasemen tetap tak bisa diremehkan. Sehingga dalam setiap pertandingan ISL persaingan berlangsung ketat dan seringkali diluar prediksi.‘’Liga di Indonesia ini mirip Liga Inggris. Tim degradasi bisa saja mengalahkan tim juara,’’ ungkap Robert sebelum latihan di Stadion Kanjuruhan, kemarin. Menurut Robert Alberts menghadapi Arema kali ini, Persitara akan bermain nothing to lose. Diperkirakan, Si Pitung akan melancarkan serangan terbuka lantaran turut didukung strong attacker yang mumpuni.
Robert menilai, serangan Persitara banyak dimotori oleh sang Kapten Kesebelasan Kabir Prince Bello. ’’Persitara memiliki strong attacker, pemain nomor 9 sangat berbahaya,’’ kata Robert.
Lantaran memiliki daya gedor yang ciamik, Si Pitung seringkali mampu membuat gol di kandang lawan. Hal itu yang kini diantisipasi oleh M.Ridhuan dkk dalam pertandingan yang akan disaksikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, besok.
Hanya saja, tanpa bermaksud meremehkan, skuad Arema mengaku telah mengantongi kelemahan lawan. ‘’Pemain lokal dan asing mereka memiliki serangan yang bagus, terutama sang kapten (Prince Bello) dia makin bagus,’’ imbuhnya.
Akan tetapi, sebagus apapun timnya, kata Robert, pasti memiliki kelemahan, termasuk Persitara. Sesuai hasil pengamatan terhadap Persitara, Arema sudah mengantongi kelemahan tim berjuluk Si Pitung itu.
Namun tetap saja, Persitara memiliki individu-individu pemain yang tengah meningkat kualitasnya. ’’Kita sudah mengetahui kelemahan Persitara, target kita tetap tiga poin,’’ katanya.
Asisten Pelatih Arema Indonesia Liestiadi menambahkan, skuadnya sudah mengantisipasi serangan Persitara. Terlebih performa penggawa Arema sudah makin meningkatkan seiring dengan latihan yang terus digenjot.
Disamping itu, Arema sebagai tim secara utuh sudah tak memiliki masalah apapun. ‘’Kita tak ada masalah, performa pemain juga makin meningkat,’’ ujar Liestiadi.
Sesuai hasil evaluasi pertandingan antara Arema dan Persijap Jepara beberapa waktu lalu, Arema lemah dalam penguasaan bola. Sehingga dalam latihan selama tiga hari ini, penggawa Arema fokus menyerap materi penguasaan bola di lapangan. Hasilnya menurut Liestiadi sangat menggembirakan dan menunjukkan tren positif.
‘’Sudah ada trend positif soal ball position,’’ akunya.
Misi pertandingan Arema kali ini memang menyapu bersih laga kandang untuk bekal tur Papua, April mendatang. Posisi Arema dipuncak klasemen memang rawan kudeta, terutama ancaman mutiara hitam dari timur Persipura Jayapura. Saat ini, Persipura dan Arema sama-sama baru bertanding 25 kali.
Peluang Persipura jauh lebih besar karena menyisakan tujuh pertandingan kandang dan dua pertandingan tandang. Seperti diketahui, tim asal Jayapura itu cukup sulit ditaklukkan ketika berhadapan di kandang mereka. Pertandingan kandang Persipura, tinggal menghadapi Persib Bandung dan Sriwijaya FC.
Tentu saja peluang Scudetto Arema bisa makin terbuka jika berhasil mengalahkan atau mencuri poin ketika dijamu Persipura. Sedangkan, Arema Indonesia tinggal menyisakan lima pertandingan kandang termasuk laga menjamu Persitara. Untuk pertandingan kandang, Arema memiliki empat laga yakni menghadapi Persiwa, Persipura, Persisam dan Bontang FC.
Saat berhasil menyapu bersih lima laga home, secara otomatis Arema akan meraih 15 poin penuh. Sedangkan Persipura, bila berhasil memenangkan seluruh laga kandangnya akan mendapat poin tambahan 27. Dari hasil perkiraraan hitungan kandang saja, Arema akan mengoleksi poin 66 dan Persipura 67.
Hanya saja, target mencuri poin telah ditetapkan oleh barisan Singo Edan ketika bertanding di tanah Papua April mendatang. Sehingga kini Arema benar-benar menjaga pemainnya agar tetap fit hingga laga away. Kedua hal tersebut berulang kali sudah dibeberkan oleh tim pelatih Arema Indonesia. (ary/avi)
