
Cedera kiper Hendro Kartiko membuat skuad Sriwijaya FC kurang lengkap saat menghadapi Arema Malang di Stadion Gajayana Malang, Rabu (23/12) nanti. Hendro merupakan satu dari empat mantan pemain Arema Malang.
Pertandingan lawan Singo Edan, Rabu (23/12), nanti sebenarnya ibarat reuni Hendro bersama mantan pemain Arema lainnya seperti Charis Yulianto, Arif Suyono dan Ponaryo Astaman.
“Reuni ini memang kurang lengkap tanpa Hendro,” ujar Charis, Senin (21/12).
Untuk diketahui Charis merupakan ikon Arema Malang selama empat musim yakni sejak 1997. Dia menjadi palang pintu tim yang menjadi juara Copa Edisi 2005/2006 dan 2006-2007 itu. Charis hanya bertahan hingga musim 2001 untuk kemudian berpindah klub Perseja dan Persib Bandung. Terakhir pemuda kelahiran Blitar ini betah di SFC. Sementara Hendro Kartiko memperkuat Arema satu musim pada 2007-2008.
Sementara Arif Suyono juga empat musim memperkuat Arema Malang sejak 2005 silam. Ia justru baru meninggalkan kota kelahirannya Malang Juli 2009 lalu. Tentunya Arif sangat melekat di hati publik Malang. Sementara Ponaryo Astaman hanya satu musim bertahan yakni pada 2006-2007. Namun pemain kharismatik ini sempat diplot sebagai kapten kedua. Keempat pemain yang kini memperkuat SFC ini akan bereuni dengan publik Malang. Publik Malang pernah mengelukan nama mereka sebagai pahlawan klub. Namun mereka kini datang sebagai musuh dan siap menundukkan Singo Edan.
“Memang tanpa Hendro tidak lengkap pertandingan nanti. Tetapi apapun itu kita tetap profesional dan memberikan yang terbaik untuk tim,” ujar Ponaryo yang pernah dipercaya sebagai kapten kedua klub asal Malang itu.
Rahmad Darmawan mengatakan, keempatnya akan diandalkan dalam laga nanti. Pengalaman selama memperkuat Arema diharapkan menjadi senjata andalan untuk meraih poin maksimal.
“Mereka merupakan pemain penting dan diharapkan bersama rekan-rekannya memberikan permainan maksimal,” ujar RD
