
Arema Indonesia optimis menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Kanjuruhan Malang besok (23/12). Itu lantaran Markus Haris Maulana dan kawan kawan bakal disaksikan langsung oleh puluhan ribu Aremania (pendukung Arema Indonesia). Ya, sebab saat menjamu Persib Bandung (19/12) lalu tanpa penonton tim berjuluk Singo Edan hanya mampu bermain imbang 0-0.
“Tak dapat saya pungkiri suporter adalah pemain ke-12. Dengan kehadiran penonton, maka pemain akan lebih termotivasi,” kata pelatih Arema Indonesia Robet Albert kepada kemarin (21/12).
Meskipun demikian, Arema Indonesia tidak memandang sebelah mata terhadap kekuatan Sriwijaya FC. Walapun tim Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) baru menelan kekalahan 0-1 dari Persema. Bahkan, Alberts menganggap Sriwijaya lebih berat daripada menghadapi Persib Bandung. Robert sendiri sudah mengamati pertandingan Persema versus Sriwijaya lansung dari Stadion Gajayana, Minggu (20/12).
Robert mengatakan, materi pemain Sriwijaya lebih baik dibandingkan Persib. Mulai dari lini belakang hingga lini depan, tim berjuluk Laskar Wong Kito dihuni pemain bintang dan berlabel timnas. Sebut saja, penjaga gawang Hendro Kartiko dan Fery Rotinsulu. Stopper timnas Charis Yulianto, Isnan Ali. Di sektor lini tengah ada Ponaryo Astaman dan Arif Suyono. Sedangkan, di lini depan, dua pemain asing Keith Kayamba dan Obiora.
Namun pelatih asal Belanda ini, tidak menampik kalau ada perbedaan yang menonjol antara Sriwijaya dengan Persib. Jika Persib bagus di lini tengah, sedangkan Sriwijaya kekuatannya ada di lini depan. Persib kuat di lini tengah, karena ditopang pemain yang bagus seperti Eka Ramdhani, Atep. Sementara, Sriwijaya tangguh di lini depan, karena dua penyerang aslinya merupakan pemain yang haus gol dan mempunyai naluri mencetak gol yang tinggi.
”Tidak hanya itu, Kayamba dan Obiora juga memiliki postur tubuh tinggi serta keduanya memiliki kecepatan. ”Fokus kami bagaiamana mematikan lini depan Sriwijaya,” terang pelatih 62 tahun ini.
Untuk itu, dua pemain depan Sriwijaya tentunya akan menjadi perhatian serius bagi Robert. Ini diperlukan agar kedua pemain tersebut tidak terlalu banyak mendapatkan suplai bola dari lapangan tengah yang dikomandani Zah Rahan.
Namun demikian, Robert sudah memiliki cara meredam serangan anak asuh Rahmad Darmawan. Pelatih asal Belanda tersebut akan mengintruksikan anak didiknya agar bermain sabar dan bermain disiplin. Khususnya, pemain di lini pertahanan Arema yang dikawal Pierre Njanka, Purwaka Yudhi, Benny Wahyudi dan Waluyo.
”Jika strategi itu dapat dijalankan, kami optimistis bisa meraih poin penuh. Apalagi Noh Alamsyah, M Fahruddin dan Ridwan sudah bisa main kembali,” pungkas mantan pelatih Serawak FC ini. (mg42/gus/jpnn-sumeks)
