
Nasib laga Persebaya Surabaya versus Persik Kediri semakin gelap. PT Liga Indonesia (PT LI) selaku institusi yang memiliki kewenangan menggelar kompetisi terkesan tidak tegas. Belum ada langkah taktis yang dilakukan. Padahal, sebelumnya mereka berjanji bakal menyelesaikan polemik tersebut setelah laga Perang Bintang di Malang (6/6).
''Ada apa setelah Perang Bintang ya? Saya malah lupa. Soalnya, kompetisinya memang sudah berakhir,'' kata Joko Driyono, CEO PT LI, saat dihubungi Jawa Pos tadi malam (10/6).
Joko enggan membicarakan mengenai peluang terjadinya laga ulang antara Persik versus Persebaya. Padahal, itulah rekomendasi dari Komisi Banding (komding) PSSI. Sebelumnya komisi disiplin (komdis) memutuskan Persebaya menang 3-0 karena Persik gagal menggelar laga pada 29 April lalu.
Joko mengungkapkan, PT LI membiarkan berbagai pandangan publik sepak bola bakal membuncah terkait polemik tersebut. Bahkan, PT LI juga tak malu seandainya banyak pihak yang menilai kerja mereka sangat lambat.
''Tidak apa-apa kalau memang nanti ada pendapat miring terhadap PT LI. Yang jelas, beban dan bola panas memang ada di PT LI. Kami menyadari itu,'' terang Joko.
Dia berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut. Hanya, itu tidak dilakukan dalam waktu dekat. Joko memastikan bahwa sebelum 15 Juli semua permasalahan itu bakal terselesaikan. Sebab, PT LI tidak ingin membuat keputusan yang sifatnya sembarangan.
''Kami tidak ingin membuat keputusan yang tidak bisa diimplementasikan. Karena itu, kami harus berhati-hati untuk memutuskannya,'' tegas Joko.
Soal surat rekomendasi dari komding, Joko mengatakan tidak tahu. Di sisi lain, komding menyatakan sudah mengirimkan surat rekomendasi beberapa waktu lalu. ''Hingga sekarang, saya belum membaca surat tersebut,'' katanya. (ru/c4/ca)