
Alfred Riedl langsung tancap gas pada pekan pertama masa kerjanya. Tiba Selasa malam lalu (11/3), secara maraton pelatih asal Austria itu langsung melakukan pertemuan dengan jajaran otoritas sepak bola Indonesia (PSSI) dalam dua hari terakhir. Meski tanggal merah, kemarin (13/5) Riedl kembali mengadakan pertemuan lanjutan dengan Ketum PSSI Nurdin Halid dan jajaran pengurus lainnya.
"Alfred (Riedl) sudah bertemu dengan BTN dan PSSI untuk memaparkan program kerjanya. Hari ini (kemarin, Red) Alfred akan kembali bertemu dengan ketua umum (Nurdin Halid). Tapi maaf, saya tidak bisa bilang di mana. Nanti kami pasti akan tunggu di sana," ujar asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal.
Pikal mengungkapkan, dalam pertemuan dengan PSSI dan BTN, Riedl yang dipasrahi menangani timnas U-23 dan senior menegaskan ingin membentuk tim tangguh dengan mengandalkan pemain-pemain muda. "Alfred tidak mau mempertimbangkan senioritas. Tidak peduli usia 21 tahun pun kalau bagus akan masuk," paparnya.
Pical melanjutkan, dengan misinya yang ingin mengandalkan pemain muda, jika ada dua pemain di posisi yang sama dengan kualitas sama, yang akan dipilih adalah pemain yang berusia lebih muda.
Pria yang sebelumnya menangani Akademi Sepak Bola Real Madrid di Bali tersebut membocorkan, terkait dengan rencana seleksi terhadap calon skuad timnas, Riedl berencana mengadakan kamp di dua tampat berbeda. "Alfred ingin membuat kamp di Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat. Tapi, ini masih akan diajukan ke PSSI lebih dulu untuk mendapat persetujuan," jelasnya.
Sebelum bertemu dengan jajaran media yang dijadwalkan Selasa nanti (18/5), menurut Pikal, Sabtu (15/5) dan Minggu (16/5) Riedl dijadwalkan menyeleksi para calon asisten pelatih lokal. Di antara sekitar 16 nama yang muncul, hanya dua pelatih lokal yang akan mendampingi Riedl. (ali/c9/diq)