
KOMPOSISI manajemen timnas U-23 bisa jadi akan gemuk. Itu terjadi jika keinginan Manajer Adjie Massaid dipenuhi PSSI.
Kepada koran ini, Adjie mengatakan akan mengajukan permintaan untuk mengangkat dua asisten.
"Saya sebetulnya menyebutnya bukan asisten manajer. Saya belum tahu namanya apa. Tapi, mereka nanti akan mem-back up tugas-tugas saya sebagai manajer sehingga akan berjalan lebih lancar," jelas Adjie kemarin (13/5).
Selain dua nama yang akan diusulkan Adjie, PSSI sudah menunjuk Iwan Budianto sebagai wakil manajer timnas U-23. Adjie menyatakan, keberadaan dua calon asisten itu belum tentu disetujui PSSI.
"Saya akan tanyakan dulu kepada PSSI berapa asisten yang bisa saya punyai. Tapi, saya akan jelaskan kenapa mereka dibutuhkan. Karena belum pasti, saat ini saya belum bisa menyebut dua nama yang akan saya usulkan itu. Jika sudah disetujui, baru saya akan umumkan," sambung pria yang juga anggota DPR tersebut.
Adjie mengungkapkan, dirinya sudah bertemu dengan pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl. Dalam pertemuan dengan pelatih asal Austria itu, dibicarakan tugas dan fungsi manajer dan pelatih.
"Tapi, pembicaraan kami belum sepenuhnya selesai. Masih ada banyak hal yang perlu kami bicarakan lagi. Dalam waktu dekat, kami akan kembali bertemu dan bicara lebih detail lagi," ungkapnya.
Soal pengajuan pendanaan untuk timnas oleh PSSI kepada pemerintah yang mencapai sekitar Rp 30 miliar, menurut Adjie, itu adalah angka yang wajar. Suami Angelina Sondakh tersebut menuturkan, untuk meraih prestasi terbaik, memang dibutuhkan dana yang tidak sedikit.
"Dana itu kan untuk seluruh kebutuhan timnas. Dari untuk menggaji pelatih, tryout, gaji pemain, dan lain sebagainya. Agar berhasil menjadi yang terbaik, timnas ini memang harus diurus dengan serius," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Iman Arif mengatakan, Riedl adalah pilihan terbaik. Iman optimistis di bawah penanganan pelatih yang sebelumnya memoles Laos tersebut, Indonesia bisa berjaya di SEA Games 2011.
"Dalam memilih Riedl, kami meninjau dari tiga aspek. Pertama, dia tahu benar kultur pemain Asia karena pernah membesut timnas Vietnam dan Laos. Kedua, Riedl fokus dengan pembinaan usia muda dan yang ketiga, kami mempertimbangkan harganya," papar Iman. (ali/c9/diq)