
Ambisi Sriwijaya FC untuk lolos ke babak utama Liga Champion Asia (LCA) tahun ini cukup berat. Menghadapi Singapore Armed Force (SAF) tanggal 30 Januari 2010 nanti, tim besutan Rahmad Darmawan ini harus bertanding di lapangan artificial (rumput sintentis) berstandar FIFA yakni stadion jalan besar home base SAF.
“Kami sudah terbiasa latihan di lapangan artifisial jadi kami yakin mampu mengalahkan Sriwijaya pada playoff nanti. Tahun kemarin kami gagal di final playoff LCA tapi tahun ini kami optimistis SAF bisa tampil ke babak utama LCA,” ujar Kok Wai Leong kepada Sumatera Ekspres saat workshop AFP di Hotel Hilton Petaling Jaya Malaysia kemarin (12/1).
The Warriors julukan SAF memang banyak merombak formasi tim musim ini. Alexandar Duric yang sempat diincar Sriwijaya tidak lagi dikontrak. Hilangnya Duric yang hengkang ke Tampines Tample Singapura tak membuat SAF goyah.
”Untuk masalah striker tidak masalah lagi karena sudah ada Federico Martinez (Uruguay) yang bisa diandalkan. Mudah-mudahan kami bisa mengalahkan Sriwijaya FC untuk lolos ke babak utama grup G bersama, Gamba Osaka (Jepang), Suwon Bluewings (Korsel), dan Henan Jianye (Cina),” tambah Wai.
Sriwijaya FC sendiri tidak akan gentar menghadapi SAF. Menejer Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin tidak takut timnya harus bermain di lapangan artifisial. ”Biar bagaimanapun peluang untuk menang masih fifty-fifty antara tuan rumah dan tim tamu. Namun saya sendiri menghadapi SAF tak ubahnya sebagai final. Jika bisa mengatasi SAF, maka Sriwijaya bisa tembus babak utama. Karena di final playoff nanti, Sriwijaya akan menjamu pemenang antara Da Nang (Vietnam) versus Muangthong United (Thailand),” ungkap Hendri Zainuddin.
Sementara itu pada workshop Asian Football Confederation (AFC) yang digelar di Hotel Hilton Petaling Jaya Malaysia dihadiri hampir seluruh tim yang berlaga pada LCA termasuk Sriwijaya FC, SAF, Da Nang, dan Muangthong yang ikut playoff. Sriwijaya FC mengutus Hendri Zainuddin Manajer Sriwijaya FC, Bakti Setiawan Manajer Marketing, Faisal Mursyid Sekum, dan Zulhanan media officer.
Pada playoff nanti, AFC memberikan subsidi kepada seluruh tim yang berlaga LCA termasuk tim playoff. Untuk tim playoff US $ 20.000 (Rp180 juta). ”Kami harap subsidi ini memberikan spirit kepada tim yang bertanding. Sesuai dengan misi AFC membawa tim-tim Asia bisa bersaing dengan tim benua lain pada ajang Piala Dunia antar klub musim depan,” harap Tokuaki Suzuki direktur kompetisi LCA. (31)