
Besok 16 Januari 2010 merupakan hari yang paling ditunggu Aremania. Sebab pada hari itu merupakan salah satu hari bersejarah habisnya masa 'tahanan' bagi Aremania dari 'penjara' PSSI untuk kembali mendukung timnya lengkap dengan segala asesorisnya.
Selama dua tahun Aremania mendukung Arema, mereka ini tidak dianggap sebagai suporter, mereka dianggap sebagai penonton. Karena itu PSSI mendukung suporter Arema untuk tidak boleh menonton tim kebanggaannya.
Masa penantian ini, bagia Arema bukanlah suatu penghalang bagi suporter tim berlogo Singa. Diawal mereka menerima sangsi 2 tahun lalu, mereka
mendukung persema dengan aneka pakaian khas Indonesia. Ada yang menggunakan beskap, baju taqwa, baju Bali, Kalimantan bahkan menggunakan garmis khas Arabia.
Inilah salah satu cara mereka untuk mensiasati hukumannya. Begitu juga ketika bermain di rumah sendiri baik di Kanjuruhan maupun di Gajayana.
Mereka tidak menggunakan baju biru, mereka mengenakan kaos warna hitam yang bertuliskan protes pada organisasi tertinggi sepak bola Indonesia. Kadang mereka mengenakan kaos putih dengan tulisan yang tetap menghujat PSSI.
"Inilah pelajaran bagi kami," kata Sukarno, penabuh drum sejati Aremania asal jalan Hasanudin Kota Malang, Jumat(15/1/2010).
Menurutnya, hukuman yang diterima Aremania tetap dijalani. "Aremania memang sempat protes atau banding, namun keputusan PSSI tetap kita taati dan kita lalui. Tapi kami merasa tidak bersalah dan berdosa. Karena waktu itu PSSI tidak menangkap provokatornya. yang notabene bukan Aremania," papar Sukarno yang akrab dipanggil cak No.
Dikatakan cak No, 16 Januari 2010 tidak akan dilewati oleh Aremania. "Kami akan merayakan dengan suka ria selesainya hukuman PSSI akan disambut dengan upacara khas Arema di Alun-alun depan Masjid Jamik.
Kita juga akan gelar pentas musik. Serta kami akan nonton bareng laga Arema VS Persebaya meski kami dilarang datang ke Surabaya," ujar Cak No yang sudah mulai tahun 1995 selalu menabuh Bas Drum kemanapun Arema laga.
"Kita tidak tahu siapa yang mengatur, momen kemerdekaan Aremania besok bisa bersamaan saat laga dengan Pesebaya? Inilah rahasia tuhan," jelasnya.
Menurutnya upacara yang dilakukan di alun-alun kota Malang bisa dikatakan sebagai pembacaan proklamasi Aremania. "Kita akan bacakan dan kita beritahu pada dunia bahwa besok kemerdekaan diraih oleh Aremania lagi setelah 2 tahun kita dipenjara oleh PSSI," urai Cak No datar namun penuh semangat.
Dalam merayakan usainya hukuman PSSI. Aremania usai upacara di Alun-alun, mereka mengadakan konser musik di parkir timur Gajayana. Setelah itu Konvoi dan terakhir mereka mengadakan nonton bareng yang diadakan di dua tempat, yaitu di parkir timur Gajayana dan di Universitas Merdeka Malang.[mad/ted]