
Laga Persebaya versus Arema Malang, Sabtu (16/1/2010) lusa, benar-benar membuat aparat kepolisian siaga. Tampaknya polisi tak ingin peristiwa 5 September 2006 lalu, terulang kembali dalam laga kali ini.
Dan untuk mencegah peristiwa tersebut terulang kembali, polisi telah melakukan berbagai antisipasi. Salah satunya mengundang elemen supporter Persebaya seperti YSS dan PFC ke Mapolwiltabes Surabaya, Jalan Taman Sikatan No. 1.
Pertemuan Bonek, sebutan suporter Persebaya itu diadakan di ruang eksekutif. Hadir dalam pertemuan tersebut Kapolwiltabes Surabaya Kombespol Ike Edwin, Kapolres Surabaya Timur AKBP Samudi, Kabag Binamitra Polwiltabes Surabaya AKBP Sri Setyo Rahayu dan perwira di jajaran Polwiltabes Surabaya.
Sementara di kalangan Bonek, tampak Koordinator Suporter Wastomi Suheri, Koordinator YSS Imron, Koordinator PFC M. Syafi'i, Koordinator Balgo Bertus, dan pentolan Bonek lainnya. Selain itu tampak hadir Panitia Pelaksana Pertandingan Helly P. Suyanto.
Dalam pertemuan ini, Kapolwiltabes meminta para suporter tak membikin ulah sebelum dan sesudah pertandingan. "Persebaya ini sudah menjadi bagian dari masyarakat Surabaya. Saya ingin Sepakbola menjadi tontonan yang menghibur bagi masyarakat Surabaya. Jangan malah membuat resah masyarakat," ujarnya.
Ike Edwin meminta agar para suporter menjaga nama baik Kota Surabaya. "Ingat Kota Surabaya ini kota International. Ada 13 Konjen di Surabaya. Ada 130 perusahaan Jepang dan sekitar 600 warga Jepang tinggal di Surabaya. Kalau Surabaya rusuh, maka mereka akan cerita kepada teman-temannya di luar negeri," ungkapnya.
Karena itulah, pihaknya tak ingin dalam pertandingan Sabtu lusa terjadi hal-hal yang tak diinginkan. "Saya sudah mempersiapkan 3.000 personel untuk mengamankan pertandingan itu. Tapi tentu itu bukan jaminan keamanan. Karena sesungguhnya keamanan adalah tanggung jawab kita bersama polisi dan masyarakat," terangnya.
Di akhir pertemuan tersebut, Bonekmania membacakan 4 pernyataan damai. Di antaranya bersedia menjaga keamanan dan ketertiban mulai dari pemberangkatan di perjalanan yang dilalui suporter maupun saat meninggalkan lokasi pertandingan di Stadion Gelora Tambaksari Surabaya.
Lalu sanggup mengendalikan suporter sebelum atau pada saat dan setelah pertandingan serta menerima hasil pertandingan kalah atau menang. Kemudia, bersedia mentaati peraturan lalu lintas pada saat menuju maupun meninggalkan Stadion Gelora Tambaksari Surabaya dengan konsekuensi tidak akan komplain apabila ada suporter Persebaya yang ditindak oleh petugas bila melanggar peraturan lalu lintas maupun perbuatan yang melawan hukum.
Sanggup tidak melakukan perbuatan yang dapat menganggu ketertiban umum maupun pidana. Antara lain menjaga pengguna jalan lain, ketertiban umum, pemukulan, penganiayaan terhadap supporter kesebelasan lain maupun masyarakat.
Sanggup menghimbau dan mengingatkan suporter Persebaya lain yang menganggu ketertiban sebelum ditindak anggota Polri yang kemudian ditandatangani empat perwakilan suporter yakni Wastomi Suheri, Imron, M Syafii dan Bertus. [roz/kun]