
Mengakui permainan bagus Sumatera Utara, tim Papua mengeluhkan kinerja panpel cabang sepakbola di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau.
Papua yang menjadi favorit di cabang ini, kalah 0-2 dari Sumut di babak semifinal, Senin (17/9/2012), dan mereka dipastikan gagal melaju ke partai final.
Wakil manager iim Papua, Nicko Dimo, menuding jadwal yang tidak ideal membuat pasukannya tak maksimal tampil hari ini. Secara keseluruhan, ia menilai manajemen cabang sepakbola di PON kali ini kacau balau.
"Kami melawan tiga tim ISL. Jawa Barat sudah jadi korban. Sekarang yang merasakan adalah kami. Anda lihat saja, mulai babak enam besar sampai semifinal, jadwal kami selalu main di panas terik jam 4 sore. Panpel seperti wasit, 'kan dari ISL semua," ujar Nicko usai pertandingan kepada wartawan di Stadion Kaharuddin Nasution, Senin (17/9).
Meski demikian, Nicko mengakui permainan Sumut memang lebih bagus dan konsisten sepanjang 90 menit. Ia pun akan mengoptimalkan sisa waktu yang ada untuk istirahat mempersiapkan partai perebutan perunggu.
"Terlepas dari itu, kami harus akui Sumut memang main bagus," ujarnya.
Hal senada dikatakan kapten Tim Papua, Jorgen Wayega. Menurut pemain berusia 20 tahun itu, Sumut memang tampil agresif dan cepat. Ia menekankan, jadwal yang padat serta keharusan bermain di panas terik matahari ikut mempengaruhi performa ia dan teman-temannya. Apalagi dua pilar Papua yaitu Hendrick Makuba serta Elvis Harewan juga masih cedera.
"Ya, dua teman kami juga cedera. Selain itu, fisik kami ikut terkuras karena padatnya jadwal," sebutnya.
