Meski PT KAI saat ini berkomitmen untuk tidak mengangkut penumpang
suporter bola atau penumpang yang menggunakan atribut sepak bola,
pelemparan kaca kereta api terus terjadi. Kali ini, puluhan kaca jendela
KA Matarmaja jurusan Malang-Jakarta mengalami kerusakan akibat hujan
batu dari lemparan orang tak dikenal.
Kepala Stasiun Kotabaru
Malang, Lutfi Wijaya mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui secara
pasti dimana pelemparan itu terjadi. “Saya tak tahu secara pasti, yang
jelas lemparan itu terjadi saat kereta berangkat ke Jakarta maupun
pulang dari Jakarta, mulai 4 Mei sampai saat ini. Mungkin ada yang
mengira kami mengangkut suporter Aremania yang akan ke Solo,” kata Lutfi
saat ditemui di sela-sela pemantauan kondisi terkahir
kereta, Senin (7/5/2012).
“Padahal Aremania dari Solo untuk
mendukung Arema ISL yang pulang ke Malang naik bus, tidak naik kereta.
Mereka (Aremania, red) diakomodir oleh pihak kepolisian di Solo untuk
naik bus,” imbuh Lutfi.
Jumlah kaca yang pecah itu, papar Lutfi,
terdiri dari tiga bagian. Di antaranya kaca jendela berukuran 35x80 cm
sebanyak 50 buah dan kaca atas berukuran 15x80 cm sebanyak 15 buah.
“Untuk kaca pintu kereta sebanyak 8 buah yang pecah,” tutur mantan
Kepala Stasiun Mojokerto ini.
Meski demikian, pihaknya mengaku
tak mengetahui nominal kerugian yang dialami oleh PT KA akibat
pelemparan itu. “Kalau nominal kerugian yang mengetahui pihak PT KA
pusat,” tukasnya.
Hingga saat ini, pihak stasiun Kotabaru
berusaha untuk segera melakukan penggantian kaca yang rusak. Hal itu
dilakukan demi kenyamanan penumpang. “Kalau kita punya spare part, kita
langsung mengganti, karena ini menyangkut kenyamanan penumpang lainnya,”
ujar dia.
Untuk menghindari kejadian serupa, masih kata Lutfi,
pihaknya telah mencoba melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat,
untuk memberikan sosialisasi. Sebelumnya, pelamparan di wilayah Malang
banyak terjadi di kawasan Pakisaji.
“Setelah kita melakukan
pendekatan pada tokoh masyarakat, pelemparan di Malang mulai berkurang.
Tapi untuk di luar Malang, kita masih berusaha bagaimana agar itu tak
terjadi. Kami berkomitmen, bukan Aremania saja yang tidak kami angkut,
semua semua suporter bola. Sebab kalau ada gesekan antar suporter, yang
dirugikan juga penumpang umum lainnya,” tandas Lutfi mengakhiri
wawancara.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebenarnya pihak
Stasiun Kotabaru telah melakukan razia penumpang pada Sabtu (5/5/2012)
lalu. Hal itu dilakukan agar penumpang kereta tak menggunakan atribut
suporter untuk menghindari adanya lemparan batu. Meski demikian,
ternyata lemparan batu masih terjadi. [num/but]

