
JOKO 'Jodri' Driyono terpilih secara aklamasi sebagai Sekjen PSSI, Sabtu (31/3). Namun, CEO PT LI itu harus menunggu restu klub ISL sebagai pemegang saham mayoritas PT LI.
Rapat ke-2 Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 18 Maret 2012, Sabtu (31/3), menggagendakan 3 pembahasan penting bagi sepakbola Indonesia, terutama PSSI.
Salah satunya adalah pembentukan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti. Termasuk untuk posisi Sekjen PSSI yang belakangan ramai diperbincangkan.
Ya, keinginan La Nyalla merekrut Tri Goestoro sebagai Sekjen PSSI memang langsung menyedot perhatian masyarakat sepakbola Indonesia. Maklum, Tri tercatat sebagai Sekjen PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin dkk yang notabene tidak mengakui hasil KLB yang digelar Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) itu, juga telah terpilihnya kepengurusan baru PSSI di bawah kendali La Nyalla.
Namun, wacana itu tak jadi terwujud. Rapat ke-2 Exco PSSI yang dihadiri 10 dari 11 Exco PSSI, minus Tonny Aprilani, sepakat menunjuk CEO PT Liga Indonesia (LI) Jodri sebagai Sekjen PSSI. Jodri pun terpilih secara aklamasi dalam rapat di ruang Cendana dan Eboni lantai 2 Hotel kempenski, Jakarta itu.
"Rapat ke-2 Exco PSSI memilih Jodri sebgai Sekjen PSSI secara aklamasi," tegas ketua Umum PSSI La Nyalla.
Meski begitu, para Exco PSSI itu sadar, Jodri saat ini mengemban tugas dan tanggung jawab yang berat sebagai CEO PT LI yang menggulirkan Indonesia Super League (ISL).
"Untuk itu, kami akan tunggu Jodri menyelesaikan tanggung jawabnya di PT LI. Dan menunggu kesiapan Jodri duduk sebagai Sekjen PSSI, Acting Sekjen PSSI Tigor Shalom Boboy diperpanjang masa tugasnya," jelas La Nyalla.
Menanggapi keinginan para Exco PSSI yang memilihnya sebagai Sekjen PSSI, Jodri memilih tak berkomentar banyak. Sebab, menurut Jodri, posisi Sekjen PSSI baru bisa ia tempati jika restu klub-klub ISL selaku pemegang saham mayoritas PT LI, 99%, mengiringi.
"Saya belum bisa berkomentar. Saat ini, saya bagian dari direksi PT LI yang saham mayoritasnya dimiliki klub-klub ISL. Jika pemilik saham mayoritas tidak melepas saya sebagai Sekjen PSSI, saya pun tidak tahu. Jadi, mari kita sama-sama lihat bagaimana kedepannya," ujar Jodri.
Namun, diyakini klub-klub ISL bakal setuju dengan pilihan para Exco PSSI menempatkan Jodri di posisi Sekjen PSSI. Sebab, KLB yang memilih 11 Exco PSSI saat ini bergulir karena dukungan penuh klub-klub ISL. Yang jadi pertanyaan selanjutnya, siapa yang bakal menggantikan posisi Jodri sebagai CEO PT LI?
