Pertandingan antara Persiba Balikpapan
melawan Persija Jakarta nampaknya mendapat perhatian khusus dari pelatih
Persiba, Peter Buttler. Macan Kemayoran –julukan Persija- dinilai
merupakan lawan terberat diantara empat laga kandang di awal putaran
kedua ISL musim ini.
Selain Persija, musuh Persiba selanjutnya adalah PSAP Sigli, dan PSMS
Medan. Sebelumnya mereka telah mengandaskan perlawanan PSPS Pekanbaru,
pekan lalu. Saat melawan PSPS, Buttler terlihat mengistirahatkan pemain
andalannya, seperti Kenji Adachihara, Aldo Barreto, dan Supriyadi,
dengan cara menariknya di babak kedua. Pelatih asal Inggris itu tidak
ingin penggawanya terlalu letih, serta mendapat kartu kuning, sebab bisa
terkena hukuman akumulasi.
“Persija lawan yang berat. Mereka mempunyai skuad yang skill
individunya mumpuni. Siapa yang tidak mengenal Bambang Pamungkas,
Robertino Pugliara, maupun Pedro Javier, mereka merupakan pemain yang
hebat,” kata Buttler.
Buttler punya modal besar untuk menumbangkan Persija. Seluruh pemain
terbaiknya siap diturunkan. Termasuk benteng kokoh Rachmat Latief, yang
di pertandingan terakhir terkena akumulasi. Grafik positif yang
ditunjukkan gelandang energik Asri Akbar juga diyakini akan merepotkan
tim arahan Iwan Setiawan. “Kekalahan di Jakarta, sangat menyakitkan.
Kami seolah tidak bisa berbuat apa-apa. Ini waktunya untuk membalas
kekalahan itu,” kata Asri.
Kapten Persiba Aldo Barreto juga optimis dapat kembali mengupulkan poin
penuh. Perubahan gaya bermain menjadi alasan top skorer klub itu yakin
timnya menang. “Pelatih baru, permainan baru. Sekarang kami
berbeda,”ujarnya.
Setali tiga uang, Iwan Setiawan sepakat dengan apa yang dikatakan Aldo.
Dia mengatakan, Persija sudah tidak bisa berkaca dari hasil pertemuan
pertama. “Persiba sekarang beda dengan yang kami kalahkan di Jakarta.
Sudah banyak perubahan sejak kedatangan Buttler,”katanya.
Dia juga mengungkapkan mengalami masalah di timnya. Karena harus
kehilangan Fabiano Beltrame yang terkena akumulasi, dan cederanya Leo
Saputra. Kedua pemain tersebut berperan penting membuat Persija menjadi
tim yang sulit ditembus. Dalam 20 laga, kiper Persija barukebobolan 16
gol. Jumlah kebobolan paling minim diantara kontestan lainnya, yang
hanya dapat disamai Sriwijaya FC.(*/edw/kpnn)
