Untuk membuktikan kecintaannya pada Surabaya, Supporter Bonek “Garis
Hijau”, akan tanami lahan di sekitar Gelora Bung Tomo Benowo dengan
ratusan jenis pohon.
Aksi nyata para bonek itu, akan digelar Minggu (29/04/2012), di
sekitar Lokasi Gelora Bung Tomo, Benowo, Surabaya, yang sekarang masih
tandus dan terkesan tidak terurus.
“Kegiatan itu, sebagai wujud kecintaan kami pada lingkungan dan
Surabaya, tidak hanya Persebaya yang kita dukung, tapi lingkungan juga
harus diselamatkan,” kata Yanto Grandong Ketua Pelaksana Kegiatan “Goes
To Green Gelora Bung Tomo”.
Harapannya, selain Gelora Bung Tomo hijau, para Bonek “Garis Hijau” juga ingin mengajak masyarakat, tidak takut dengan Bonek.
Dikatakan Yanto, selama ini Bonek selalu identik dengan kesan
negatif, tapi dengan gerakan itu, bonek ingin menunjukkan ke masyarakat,
bahwa tak selamanya bonek berulah negatif.
“Untuk yang ini, kita tidak mau dihujat tapi kami perlu didukunng,
karena yang kami punya hanya tenaga, untuk itu perlu dukungan semua
pihak,” ujar Yanto.
Selain mengajak ratusan bonek yang tergabung dalam Bonek “Garis
Hijau”, mereka juga akan menanami Gelora Bung Tomo, bersama masyarakat,
diantaranya Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia,
Komunitas Nol Sampah, Kaskus, Rumah Mangrove, Surabaya Peduli, Cak dan
Ning Suroboyo, Kophi, Dewan Kota, Blogger Tugu Pahlawan, Kelingan, Gowes
Tetap Semangat, Parkoer, Fotografi Unair, dan Peksia Unair.
Rencananya beberapa jenis pohon yang akan ditanam di sekitar Gelora
Bung Tomo, diantaranya trembesi, bintaro, mangrove jenis bulguera,
ketapang dan cemara laut.
Wawan Some Litbang KJPL Indonesia mengatakan, jenis tanaman itu cocok
untuk kawasan di sekitar Gelora Bung Tomo, karena sangat cocok dengan
jenis tanah yang ada di sana.
Sementara Sigit Sugiharsono Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Pemkot
Surabaya, menyambut positif aksi para bonek, dan siap mendukung penuh
kegiatan itu, dengan menyiapkan personil yang akan ditugaskan
mendampingi para bonek, selama melakukan proses penanaman di sekitar
Gelora Bung Tomo.
“Kalau bisa, kegiatan itu rutin dan tidak hanya sekali dilakukan,
karena akan berdampak positif, untuk lingkungan di sekitar Gelora Bung
Tomo,” ujar Sigit. [KJPL]
