
Skuad PSMS mengemban tugas berat saat melakoni lanjutan kompetisi ISL, dengan menjamu Persiba Balikpapan, Senin (6/2) di Stadion Teladan. Tim tanpa pelatih kepala Raja Isa yang dipecat manajemen ini wajib bangkit, atau akan menerima perlakuan yang sama dari publik, ketika tim ini takluk dari Gresik United (Persegres), Kamis (2/2) lalu.
Pendepakan Raja Isa dari kursi pelatih kepala PSMS terjadi jelang laga kandang kontra Persiba Balikpapan, Senin malam ini. Tentu saja ini merupakan tugas berat bagi Asisten Pelatih Suharto yang sementara menangani tim.
Dengan waktu yang sempit ini, Suharto harus berpikir keras membuat PSMS ke luar dari keadaan terpuruk. Latihan skuad PSMS langsung dipimpin Suharto didampingi Roekinoy dan Sugiar. Sadar psikologis skuadnya tengah terguncang Suharto sengaja meramu latihan dalam suasana santai dan gembira.
“Ya soal psikologis memang itu menjadi perhatian kita. Tapi soal pergantian pelatih saya lihat tidak banyak berpengaruh. Yang berpengaruh tentu kekalahan kemarin. Karena itu latihan tadi kita lebih santai dan hepi,” ujar Suharto baru-baru ini.
Beberapa catatan yang menjadi perhatian Suharto untuk dibenahi tak lain menyoal ball possession. Penguasaan bola In Kyun Oh cs dinilai Suharto masih lemah.
“Selama ini kita menguasai permainan tapi dua sampai tiga kali sentuhan kita kehilangan bola. Lalu kita merebut lagi dan begitu seterusnya. Ball posession itu harus kita kuasai selama mungkin,” ujar Suharto.
Selain itu, perubahan lainnya tentunya pergantian formasi. Jika di tangan Raja Isa akrab dengan skema 4-2-3-1 dimana Osas Saha sebagai striker tunggal, Suharto kemungkinan besar akan melakukan perubahan dengan 4-4-2. Skema itu memang cukup akrab dengan Suharto selama menangani PSMS musim lalu dan beberapa laga ujicoba pramusim sebelum kedatangan Raja Isa.
“Ya akan pakai formasi saya yang biasa 4-4-2. Untuk pilihan striker kemungkinan bisa Saha dengan Choi (Dong Soo-red). Bisa juga Niko (Yoseph Ostanika) atau Ari (Supriatna),” katanya.
Sebelumnya, skema satu striker ala Raja Isa memang belakangan mendapat hujan kritik. Apalagi produktivitas PSMS hanya berhenti di tujuh gol dengan sekali kemenangan.
Pertandingan kali ini juga harus menjadi pembuktian buat seluruh manajemen, bahwa pemecatan pelatih asal Malaysia itu opsi tepat untuk memperbaiki tim. Nangkring di papan bawah klasemen ISL, dengan sekali menang, tiga kalah dan empat kali seri menjadi salah satu alasan manajemen memecat Raja Isa. Padahal, bisa dikatakan tim yang ditukangi Raja Isa adalah skuad tanpa alternatif lain. Seluruh pemain adalah pilihan manajemen dan diseleksi kembali oleh mantan dua asisten Raja Isa, Suharto AD dan Roekinoy.(waspada)
Pendepakan Raja Isa dari kursi pelatih kepala PSMS terjadi jelang laga kandang kontra Persiba Balikpapan, Senin malam ini. Tentu saja ini merupakan tugas berat bagi Asisten Pelatih Suharto yang sementara menangani tim.
Dengan waktu yang sempit ini, Suharto harus berpikir keras membuat PSMS ke luar dari keadaan terpuruk. Latihan skuad PSMS langsung dipimpin Suharto didampingi Roekinoy dan Sugiar. Sadar psikologis skuadnya tengah terguncang Suharto sengaja meramu latihan dalam suasana santai dan gembira.
“Ya soal psikologis memang itu menjadi perhatian kita. Tapi soal pergantian pelatih saya lihat tidak banyak berpengaruh. Yang berpengaruh tentu kekalahan kemarin. Karena itu latihan tadi kita lebih santai dan hepi,” ujar Suharto baru-baru ini.
Beberapa catatan yang menjadi perhatian Suharto untuk dibenahi tak lain menyoal ball possession. Penguasaan bola In Kyun Oh cs dinilai Suharto masih lemah.
“Selama ini kita menguasai permainan tapi dua sampai tiga kali sentuhan kita kehilangan bola. Lalu kita merebut lagi dan begitu seterusnya. Ball posession itu harus kita kuasai selama mungkin,” ujar Suharto.
Selain itu, perubahan lainnya tentunya pergantian formasi. Jika di tangan Raja Isa akrab dengan skema 4-2-3-1 dimana Osas Saha sebagai striker tunggal, Suharto kemungkinan besar akan melakukan perubahan dengan 4-4-2. Skema itu memang cukup akrab dengan Suharto selama menangani PSMS musim lalu dan beberapa laga ujicoba pramusim sebelum kedatangan Raja Isa.
“Ya akan pakai formasi saya yang biasa 4-4-2. Untuk pilihan striker kemungkinan bisa Saha dengan Choi (Dong Soo-red). Bisa juga Niko (Yoseph Ostanika) atau Ari (Supriatna),” katanya.
Sebelumnya, skema satu striker ala Raja Isa memang belakangan mendapat hujan kritik. Apalagi produktivitas PSMS hanya berhenti di tujuh gol dengan sekali kemenangan.
Pertandingan kali ini juga harus menjadi pembuktian buat seluruh manajemen, bahwa pemecatan pelatih asal Malaysia itu opsi tepat untuk memperbaiki tim. Nangkring di papan bawah klasemen ISL, dengan sekali menang, tiga kalah dan empat kali seri menjadi salah satu alasan manajemen memecat Raja Isa. Padahal, bisa dikatakan tim yang ditukangi Raja Isa adalah skuad tanpa alternatif lain. Seluruh pemain adalah pilihan manajemen dan diseleksi kembali oleh mantan dua asisten Raja Isa, Suharto AD dan Roekinoy.(waspada)
