
Persisam Putra pernah bermain sangat bagus. Yaitu saat menjamu Persipura Jayapura di kandang sendiri, di match day ketiga kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Kemenangan 3-1 menjadi bukti apiknya koordinasi permainan yang diperagakan seluruh pemain di semua posisi. Namun perlahan irama permainan menurun, sampai akhirnya kembali menemukan sedikit perbaikan saat bertemu Arema Indonesia di laga terakhir. Dan sore ini saat, menjaga momentum permainan wajib diperlihatkan Srdjan Lopicic dkk, saat menjamu Persela Lamongan di Stadion Segiri. (Siaran Langsung Antv Pukul 16.30 Wita).
"Tim ini memang sempat kehilangan irama permainan dalam beberapa pertandingan yang dilalui. Kita pernah bermain bagus di awal kompetisi, jadi sekarang saya ingin pemain kembali memperlihatkan apa yang sudah pernah mereka lakukan," terang Daniel Roekito, arsitek Persisam Putra .
Kesempatan tersebut datang sore ini. DR juga diuntungkan dengan lengkapnya komposisi pemain di semua posisi. Supriyono yang di laga sebelumnya absen karena akumulasi kartu, kini sudah bisa diturunkan. Joko Sidik pun sudah berangsur pulih dari sakit yang dialaminya.
Namun DR saat ingin mengembalikan momentum tersebut, lawan yang datang kali ini tak bisa dianggap enteng. Persela Lamongan perlahan-lahan menjadi tim yang kerap merepotkan tim-tim besar di Indonesia. Kekompakan skuad besutan Miroslav Janu tersebut, terbukti terus membaik dan mengatrol posisi mereka di klasemen sementara, yaitu di urutan 8 klasemen atau selisih dua strip di bawah Persisam Putra. Grafik permainan membaik terus diperlihatkan Persela, sejak pertama kali ikut pra kompetisi di Piala SCTV dan Inter Island Cup.
"Persela bermain dengan kolektivitas tinggi. Meraka mampu mengatur irama permainan dengan baik sepanjang laga. Ini yang harus diwaspadai anak-anak. Artinya kita harus lebih dulu mengembangkan permainan, sebelum lawan berhasil menguasai keadaan," terang DR.
Dari deretan pemain Laskar Ken Arok - julukan Persela - nama Gustavo Lopez wajib diperhatikan. Pemain asal Argentina ini dikenal sebagai penggerak permainan Persela. Kehadirannya sangat vital sebagai pengatur serangan, juga sebagai penjebol gawang lawan. Di depan Mario Costas juga patut jadi perhatian, karena sampai saat ini ia sudah mengoleksi 6 gol atau sama dengan raihan Cristian "El Loco" Gonzales.
"Yang jelas dalam tiga hari latihan terakhir, saya sudah memberikan pola bagaimana menghadapi lawan seperti Persela. Laga Persela lawan Mitra Kukar juga menjadi salah satu acuan kami," terangnya.
DR menilai tak ada alasan Persisam Putra kehilangan poin di kandang sendiri. Kekalahan atas Pelita Jaya beberapa waktu lalu, diharapkan menjadi yang terakhir musim ini.
"Ini rumah kita. Anak-anak harus tahu apa yang mereka lakukan buat tim. Kemenangam sangat penting untuk bisa terus bersaing di papan atas klasemen," tegasnya.
sementara itu PELATIH Persela Lamongan Miroslav Janu menaruh respek terhadap tuan rumah Persisam Putra. Namun menurut pelatih berkebangsaan Republik Ceko ini, dirinya tak melihat sesuatu yang berbeda pada Persisam Putra dengan tim lain di Indonesia Super League (ISL) musim ini.
"Setiap pertandingan sama saja, kita tidak hanya fokus pada Persisam," ujar Janu usai sesi uji coba lapangan di Stadion Segiri kemarin pagi.
Keyakinan tinggi dapat mencuri angka di Stadion Segiri kini memuncak di setiap pemain Persela. Janu mengatakan timnya dalam kondisi fit dan tidak ada yang terkena akumulasi kartu. Meski dalam dua laga kandang terakhir Persisam mampu memetik angka penuh yakni menang dengan Persib 2-1 dan Arema Indonesia 2-0, Janu menilai Persisam bukan tim yang tidak bisa dikalahkan di kandang.
Pelatih berusia 52 tahun ini ingin mengikuti jejak Pelita Jaya yang mampu memetik kemenangan 4-1 di Theater of Hell--julukan Stadion Segiri.
"Kita hampir menang melawan Mitra Kukar. Kualitas Persisam dan Mitra sama saja. Kita akan coba ulangi lagi," ungkapnya.
Janu boleh saja memiliki keyakinan tinggi. Namun dia tentu tidak lupa bagaimana pahitnya merasakan kekalahan atas Persisam di turnamen pramusim Oktober 2011 lalu. Saat itu tim Laskar Joko Tingkir - julukan Persela - kalah 0-5. Janu menilai kualitas Persisam saat berlaga di turnamen pramusim tersebut dengan saat ini tak ada perbedaan.
Khususnya di lini depan, Persisam, ujar Janu, melakukan perekrutan pemain berkualitas. Yang dimaksud tentunya Christian Gonzales dan Yongki Aribowo.
Kendati demikian Janu tak memberi instruksi khusus kepada anak asuhnya untuk mematikan pergerakan Gonzales atau Yongki.
"Tidak ada, kita bermain biasa saja," tambah mantan pelatih yang pernah menukangi tim B klub Slavia Praha ini.
Meski demikian, Janu belum memastikan apakah pemain yang diturunkan melawan Persisam sama seperti ketika melawan Mitra Kukar. "Kita lihat besok (hari ini, Red) kita punya 20 pemain," imbuhnya. (upi.sapos)
"Tim ini memang sempat kehilangan irama permainan dalam beberapa pertandingan yang dilalui. Kita pernah bermain bagus di awal kompetisi, jadi sekarang saya ingin pemain kembali memperlihatkan apa yang sudah pernah mereka lakukan," terang Daniel Roekito, arsitek Persisam Putra .
Kesempatan tersebut datang sore ini. DR juga diuntungkan dengan lengkapnya komposisi pemain di semua posisi. Supriyono yang di laga sebelumnya absen karena akumulasi kartu, kini sudah bisa diturunkan. Joko Sidik pun sudah berangsur pulih dari sakit yang dialaminya.
Namun DR saat ingin mengembalikan momentum tersebut, lawan yang datang kali ini tak bisa dianggap enteng. Persela Lamongan perlahan-lahan menjadi tim yang kerap merepotkan tim-tim besar di Indonesia. Kekompakan skuad besutan Miroslav Janu tersebut, terbukti terus membaik dan mengatrol posisi mereka di klasemen sementara, yaitu di urutan 8 klasemen atau selisih dua strip di bawah Persisam Putra. Grafik permainan membaik terus diperlihatkan Persela, sejak pertama kali ikut pra kompetisi di Piala SCTV dan Inter Island Cup.
"Persela bermain dengan kolektivitas tinggi. Meraka mampu mengatur irama permainan dengan baik sepanjang laga. Ini yang harus diwaspadai anak-anak. Artinya kita harus lebih dulu mengembangkan permainan, sebelum lawan berhasil menguasai keadaan," terang DR.
Dari deretan pemain Laskar Ken Arok - julukan Persela - nama Gustavo Lopez wajib diperhatikan. Pemain asal Argentina ini dikenal sebagai penggerak permainan Persela. Kehadirannya sangat vital sebagai pengatur serangan, juga sebagai penjebol gawang lawan. Di depan Mario Costas juga patut jadi perhatian, karena sampai saat ini ia sudah mengoleksi 6 gol atau sama dengan raihan Cristian "El Loco" Gonzales.
"Yang jelas dalam tiga hari latihan terakhir, saya sudah memberikan pola bagaimana menghadapi lawan seperti Persela. Laga Persela lawan Mitra Kukar juga menjadi salah satu acuan kami," terangnya.
DR menilai tak ada alasan Persisam Putra kehilangan poin di kandang sendiri. Kekalahan atas Pelita Jaya beberapa waktu lalu, diharapkan menjadi yang terakhir musim ini.
"Ini rumah kita. Anak-anak harus tahu apa yang mereka lakukan buat tim. Kemenangam sangat penting untuk bisa terus bersaing di papan atas klasemen," tegasnya.
sementara itu PELATIH Persela Lamongan Miroslav Janu menaruh respek terhadap tuan rumah Persisam Putra. Namun menurut pelatih berkebangsaan Republik Ceko ini, dirinya tak melihat sesuatu yang berbeda pada Persisam Putra dengan tim lain di Indonesia Super League (ISL) musim ini.
"Setiap pertandingan sama saja, kita tidak hanya fokus pada Persisam," ujar Janu usai sesi uji coba lapangan di Stadion Segiri kemarin pagi.
Keyakinan tinggi dapat mencuri angka di Stadion Segiri kini memuncak di setiap pemain Persela. Janu mengatakan timnya dalam kondisi fit dan tidak ada yang terkena akumulasi kartu. Meski dalam dua laga kandang terakhir Persisam mampu memetik angka penuh yakni menang dengan Persib 2-1 dan Arema Indonesia 2-0, Janu menilai Persisam bukan tim yang tidak bisa dikalahkan di kandang.
Pelatih berusia 52 tahun ini ingin mengikuti jejak Pelita Jaya yang mampu memetik kemenangan 4-1 di Theater of Hell--julukan Stadion Segiri.
"Kita hampir menang melawan Mitra Kukar. Kualitas Persisam dan Mitra sama saja. Kita akan coba ulangi lagi," ungkapnya.
Janu boleh saja memiliki keyakinan tinggi. Namun dia tentu tidak lupa bagaimana pahitnya merasakan kekalahan atas Persisam di turnamen pramusim Oktober 2011 lalu. Saat itu tim Laskar Joko Tingkir - julukan Persela - kalah 0-5. Janu menilai kualitas Persisam saat berlaga di turnamen pramusim tersebut dengan saat ini tak ada perbedaan.
Khususnya di lini depan, Persisam, ujar Janu, melakukan perekrutan pemain berkualitas. Yang dimaksud tentunya Christian Gonzales dan Yongki Aribowo.
Kendati demikian Janu tak memberi instruksi khusus kepada anak asuhnya untuk mematikan pergerakan Gonzales atau Yongki.
"Tidak ada, kita bermain biasa saja," tambah mantan pelatih yang pernah menukangi tim B klub Slavia Praha ini.
Meski demikian, Janu belum memastikan apakah pemain yang diturunkan melawan Persisam sama seperti ketika melawan Mitra Kukar. "Kita lihat besok (hari ini, Red) kita punya 20 pemain," imbuhnya. (upi.sapos)
