– Penanggung Jawab Timnas Indonesia, Bernhard Limbong, tak ambil pusing mengenai mundurnya Rahmad Darmawan. Menurutnya, pergantian pelatih adalah perkara gampang.
Rahmad Darmawan mundur dari jabatan pelatih timnas U-23 dengan alasan gagal meraih target emas di SEA Games 2011, meski rumor yang berkembang mengatakan RD tidak sreg lagi menukangi timnas karena pilihan pemainnya terbatasi, setelah PSSI melarang pemain Indonesia Super League (ISL) berlaga di timnas. Seperti diketahui, mayoritas pemain timnas berasal dari klub-klub besar yang berlaga di liga yang kini dianggap ilegal oleh PSSI itu.
Sementara itu, tekanan untuk mengganti pelatih timnas senior Wim Rijsbergen semakin menguat setelah pelatih asal Belanda itu meraih kekalahan dalam lima pertandingan beruntun di kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia putaran ketiga. Laga terakhir yang sudah tak berpengaruh lagi akan digelar di Bahrain, 29 Februari mendatang.
Limbong mengatakan, pergantian pelatih akan direncanakan bersamaan dengan rencana besar PSSI membentuk program terpadu.
“Setelah tahun baru kita akan mencari pengganti Rahmad. Minimal seimbanglah (kemampuannya). Beliau punya asisten Aji Santoso dan Widodo (Cahyono Putro),” ungkapnya di kantor PSSI, Jakarta, Rabu (14/12/11).
“Kalau mereka naik kan tinggal tambah asisten saja. Teknik dan metode barangkali mereka sudah menyerap, walaupun tidak 100 persen. Diharapkan mereka melanjutkan program dulu. Kalau pengganti definitif itu domain Komite Eksekutif,” lanjutnya.
Selain Aji dan Widodo, nama lain yang masuk bursa calon pengganti Rahmad Darmawan adalah Nilmaizar. “Bisa juga pelatih Semen Padang. Itu juga satu alternatif. Kalau untuk usia 23 harus pelatih lokal, dari negeri sendiri, agar pada saatnya nanti menjadi pelatih senior. Untuk pelatih ke depan, ada baiknya dilakukan test kelayakan. Jadi ga usah kita tegang, macam dunia mau kiamat. Iya kan?” jelas Limbong.
Mengenai pergantian Wim, Limbong mengungkapkan bahwa hal itu baru akan dibahas selesai laga terakhir di kualifikasi melawan Bahrain. “Menentukan pelatih apa susahnya sih? Sehari dua hari juga kelar itu urusan. Iya kan?” ujarnya sambil tersenyum. [inilah]
