Share |

Ogah Main di Divisi Utama, Pemain Persik Dipersilakan Pergi


Sekretaris Umum Persik Kediri Barnadi mempersilakan pemainnya keluar jika tidak bersedia bermain di Divisi Utama. Saat ini peluang Persik untuk bermain di Liga Super cukup berat. Keputusan PSSI untuk menggelar kompetisi dalam satu wilayah, menurut Barnadi, mengancam masa depan Persik. Sebab selama ini Persik yang bermain di Divisi Utama berharap bisa lolos ke Liga Super dengan pemberlakuan dua wilayah. “Kesempatan kami ke Liga Super seperti memasukkan benang ke lubang jarum,” kata Barnadi, Senin 19 September 2011. Dia menambahkan 18 klub yang mengikuti verifikasi di level satu memiliki peluang yang sangat bagus. Karena itu harapan Persik untuk naik kasta hanyalah memanfaatkan kemungkinan klub yang dicoret. Verifikasi itu sendiri, kata Barnadi, baru akan dilakukan pada 21 September mendatang, sehingga nasib Persik untuk bermain di level mana baru akan diketahui pada hari itu. Meski belum diputuskan, Barnadi pesimistis klubnya bisa masuk ke Liga Super dan menggusur klub yang sudah mapan. Karena itu dia membuka kesempatan kepada para pemain yang saat ini bergabung di Persik untuk hengkang. Apalagi hingga kini belum ada satu pun dari mereka yang dikontrak secara resmi, termasuk pelatih kepala Jaya Hartono. “Kalau tidak ada yang mau di Divisi Utama, silakan saja keluar,” kata Barnadi. Ketua Umum Persik Samsul Ashar mengatakan baru mengontrak pemainnya setelah mekanisme kompetisi jelas. Hal ini akan menentukan nilai kontrak yang diberlakukan dengan level kompetisi yang diikuti. “Tunggu dulu kita bermain di level mana,” kata Samsul beberapa waktu lalu. Pelatih Jaya Hartono berharap manajemen segera merealisasi kontrak pemain agar tidak terkatung-katung. Sebab dia tidak bisa menjalankan program latihan dengan maksimal tanpa ikatan resmi dengan pemain. Situasi ini menurut dia juga mengganggu mental pemain untuk pindah ke klub lain yang lebih jelas. “Bisa saja mereka pergi karena belum dikontrak,” katanya. Sebelumnya PSSI menetapkan kompetisi musim depan hanya akan digelar di satu wilayah. Keputusan rapat Komite Eksekutif ini sekaligus membatalkan keputusan PSSI sebelumnya yang menetapkan kompetisi level satu di dua wilayah. “(Kompetisi musim depan) formatnya satu wilayah dan diikuti 18 tim,” kata Koordinator Kompetisi sekaligus anggota eksekutif PSSI Sihar Sitorus di sela rapat anggota komite eksekutif di Hotel Crown, Jakarta, Jumat, 16 September 2011 lalu. HARI TRI WASONO
Share on Google Plus

About 12paz