
Persipura Jayapura meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia mengubah format kompetisi musim mendatang. Liga baru tersebut dinilai tidak memberi tempat pada tim ISL untuk mempertahankan pretasinya. “Klub yang ikut harus sudah terdaftar di PSSI, nah, ini kan banyak klub yang belum terdaftar, mana bisa langsung masuk,” kata Asisten manajer Persipura, Anton Imbenay, Minggu, 7 Agustus 2011. Ia memandang format tersebut tidak bijak. PSSI hanya membuka peluang terjadi pro dan kontra antara tim lama dan baru. Seharusnya PSSI melebur klub bekas LPI ke divisi utama atau dibawahnya sehingga tidak muncul kecemburuan. “Putusan format liga profesional itu tidak bijak. Disini tim yang punya uang yang akan bermain, bagaimana dengan klub dari divisi yang selama ini bergantung pada APBD, tentu mereka kewalahan,” ujarnya. Meski menentang liga baru, Persipura hingga hari ini belum membahas apakah nantinya akan segera mendaftar ke PSSI sebelum tenggat 22 Agustus. “Tapi untuk Persipura, siap saja, kita akan cari jalan agar bisa lolos,” ucapnya. Seandainya bila klub LPI lolos ke liga profesional, kata dia, Persipura akan mengambil langkah tegas. “Ya belum tahu seperti apa, tapi bergabungnya mereka akan membuat suasana sepak bola Indonesia tidak akan normal.” Liga mendatang mensyaratkan pemberian jaminan hingga Rp5 milar. Tiap klub juga harus mempunyai dana Rp15 miliar untuk mengarungi musim liga. Bagi Persipura, jika itu diharuskan, dapat dipenuhi. “Ya kita usahakanlah, tapi yang tidak kita setujui adalah soal masuknya klub baru, untuk itu PSSI harus meninjau kembali,” katanya. JERRY OMONA
