
Bakrie Grup tetap menjadi prioritas dalam hal pendanaan yang siap mengelola tim kesayangan Aremania, ketimbang investor lainnya. Pasalnya Bakrie Group telah banyak membantu Arema, terutama dalam sponsorship.
"Saya sudah menyampaikan hal itu kepada Ketua Yayasan Arema M Nur. Bahkan, Grup Bakrie harus menjadi prioritas, ketimbang investor lainnya. Karena selama ini Bakrie Grup yang telah banyak membantu Arema," katanya, Selasa (24/05/2011).
Dikabarkan, Bakrie Grup akan masuk ke Arema lewat usaha perumahan eksklusif Ijen Nirwana Residence yang ada di Kota Malang. "Untuk sementara ini, saya memang siap membantu Arema. Tapi, soal Arema sekarang ini tergantung pada Pak Nur, selaku Ketua Yayasan Arema," kata Rendra.
M Nur kata Rendra, saat ini selain Ketua Yayasan juga menjabat komisaris dan Pjs (pejabat sementara) dirut (direktur utama. Karena itu tak etis kalau saya yang memutuskan soal kebijakan yang ada di Arema," kata politisi Golkar ini.
Menurut Rendra, Bakrie Grup, selama ini sudah membantu mendanai Arema cukup besar. "Bakrie Grup sampai saat ini sudah mengeluarkan Rp 7 Miliat lebih dana yang diperbantukan untuk Arema. Itu bukan uang kecil," katanya.
Dari itu, kalau Arema ingin mengambil investor yang harus diutamakan adalah Bakrie Grup. "Itu saran saya. Karena melihat dana yang sudah masuk ke Arema sejak dulu," katanya.
Sementara itu, soal kepengurusan Arema, kini hanya tinggal Nur, Rendra, dan Bambang Winarno (pengawas yayasan). Hal itu yang tercatat di struktur yayasan sebagaimana tertera dalam Akta Nomor 1 atau Akta Perubahan Pengurus Yayasan Arema Berdasarkan Keputusan Pembina yang dibuat notaris Nurul Rahadianti pada 3 Agustus 2009.
"Mari kita selesaikan Arema ini. Pertama benahi kepengurusan, lalu tata dengan baik kedepannya. Agar tak terjadi persoalan yang sama nantinya. Itu saran saya sejak dulu," kata Rendra.[ain/ted]
"Saya sudah menyampaikan hal itu kepada Ketua Yayasan Arema M Nur. Bahkan, Grup Bakrie harus menjadi prioritas, ketimbang investor lainnya. Karena selama ini Bakrie Grup yang telah banyak membantu Arema," katanya, Selasa (24/05/2011).
Dikabarkan, Bakrie Grup akan masuk ke Arema lewat usaha perumahan eksklusif Ijen Nirwana Residence yang ada di Kota Malang. "Untuk sementara ini, saya memang siap membantu Arema. Tapi, soal Arema sekarang ini tergantung pada Pak Nur, selaku Ketua Yayasan Arema," kata Rendra.
M Nur kata Rendra, saat ini selain Ketua Yayasan juga menjabat komisaris dan Pjs (pejabat sementara) dirut (direktur utama. Karena itu tak etis kalau saya yang memutuskan soal kebijakan yang ada di Arema," kata politisi Golkar ini.
Menurut Rendra, Bakrie Grup, selama ini sudah membantu mendanai Arema cukup besar. "Bakrie Grup sampai saat ini sudah mengeluarkan Rp 7 Miliat lebih dana yang diperbantukan untuk Arema. Itu bukan uang kecil," katanya.
Dari itu, kalau Arema ingin mengambil investor yang harus diutamakan adalah Bakrie Grup. "Itu saran saya. Karena melihat dana yang sudah masuk ke Arema sejak dulu," katanya.
Sementara itu, soal kepengurusan Arema, kini hanya tinggal Nur, Rendra, dan Bambang Winarno (pengawas yayasan). Hal itu yang tercatat di struktur yayasan sebagaimana tertera dalam Akta Nomor 1 atau Akta Perubahan Pengurus Yayasan Arema Berdasarkan Keputusan Pembina yang dibuat notaris Nurul Rahadianti pada 3 Agustus 2009.
"Mari kita selesaikan Arema ini. Pertama benahi kepengurusan, lalu tata dengan baik kedepannya. Agar tak terjadi persoalan yang sama nantinya. Itu saran saya sejak dulu," kata Rendra.[ain/ted]
