
Mantan kapten Persipura, Eduard Ivakdalam yang saat ini memperkuat Tim Divisi Utama, Persidafon mengatakan, meski usinya sudah mejelang 37 tahun, namun belum memikirkan untuk gantung sepatu dari lapangan hijau.
“Saya masih sanggup bermain selama 90 menit penuh. Jadi saya merasa masih bisa bermain hingga dua musim lagi dan belum memikirkan untuk pensiun,” kata Eduard Ivakdalam,
Namun tentu saja itu semua tergantung keputusan pelatih dan managemen tim Persidafon dimusim depan. apakah masih ingin menggunakan jasanya atau tidak. “Jika tidak saya akan cari tim Papua lainnya yang ingin menggunakan jasa saya.”
Mengawali karir sepak bolanya diklub lokal Papua, Merauke Putra. Eduard Ivakdalam kemudian bergabung dengan Persipura dimusim kompetisi 1995. Lima musim kemudian Ia dipercaya memegang menjadi kapten ‘Mutiara Hitam’.
Selama 16 musim memperkuat Persipura, Ia berhasil membawa skuad ‘Merah Hitam’ menjuarai kompetisi Liga Indonesia dimusim 2004/2005 dan Liga Super Indonesia pada 2008/2009. Tidak hanya itu, bersama Eduard Ivakdalam, ‘Mutiara Hitam’ tiga kali beruntun menembus babak final Copa Indonesia.
Diawal musim ini, ia memilih hengkang ke Persidafon seiring tak diperpanjang kontraknya oleh managemen Persipura. Dimusim perdanya bersama ‘Gabus Sentani’ Edu Ivakdalam berhasil mengantarkan tim itu ke semifinal Divisi Utama untuk pertama kalinya, dan berpeluang promosi ke ISL musim depan, meski dilaga perdana mereka takluk 5-2 dari Persiba Bantul di Stadion Manahan Solo, Minggu 22 Mei kemarin.
“Memang sejak pertama kali bergabung dengan Persidafon, saya berhasrat membawa tim ini ke ISL musim depan. Namun itu bukan berarti setelah cita-cita saya tercapai saya akan pensiun,” ujarnya.
Bagi Edu, Walaupun nanti ia pensiun sebagai pemain. Namun akan tetap meneruskan karirnya di lapangan hijau sebagi seorang pelatih. Karena Sepak bola telah menjadi bagian hidupnya yang tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. (Arjuna)
“Saya masih sanggup bermain selama 90 menit penuh. Jadi saya merasa masih bisa bermain hingga dua musim lagi dan belum memikirkan untuk pensiun,” kata Eduard Ivakdalam,
Namun tentu saja itu semua tergantung keputusan pelatih dan managemen tim Persidafon dimusim depan. apakah masih ingin menggunakan jasanya atau tidak. “Jika tidak saya akan cari tim Papua lainnya yang ingin menggunakan jasa saya.”
Mengawali karir sepak bolanya diklub lokal Papua, Merauke Putra. Eduard Ivakdalam kemudian bergabung dengan Persipura dimusim kompetisi 1995. Lima musim kemudian Ia dipercaya memegang menjadi kapten ‘Mutiara Hitam’.
Selama 16 musim memperkuat Persipura, Ia berhasil membawa skuad ‘Merah Hitam’ menjuarai kompetisi Liga Indonesia dimusim 2004/2005 dan Liga Super Indonesia pada 2008/2009. Tidak hanya itu, bersama Eduard Ivakdalam, ‘Mutiara Hitam’ tiga kali beruntun menembus babak final Copa Indonesia.
Diawal musim ini, ia memilih hengkang ke Persidafon seiring tak diperpanjang kontraknya oleh managemen Persipura. Dimusim perdanya bersama ‘Gabus Sentani’ Edu Ivakdalam berhasil mengantarkan tim itu ke semifinal Divisi Utama untuk pertama kalinya, dan berpeluang promosi ke ISL musim depan, meski dilaga perdana mereka takluk 5-2 dari Persiba Bantul di Stadion Manahan Solo, Minggu 22 Mei kemarin.
“Memang sejak pertama kali bergabung dengan Persidafon, saya berhasrat membawa tim ini ke ISL musim depan. Namun itu bukan berarti setelah cita-cita saya tercapai saya akan pensiun,” ujarnya.
Bagi Edu, Walaupun nanti ia pensiun sebagai pemain. Namun akan tetap meneruskan karirnya di lapangan hijau sebagi seorang pelatih. Karena Sepak bola telah menjadi bagian hidupnya yang tidak mungkin ditinggalkan begitu saja. (Arjuna)
