Share |

Pemain Persiba Bantul Diguyur Bonus ,Tiap Pemain Rp 15 Juta


Sukses Persiba Bantul lolos ke Indonesia Super League (ISL) dan melaju ke final kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia mendapat apresiasi. Bupati Bantul Sri Suryawidati yang berjanji akan memberikan bonus bagi awak Persiba jika menang dan lolos ke ISL langsung memenuhi janjinya setelah mengalahkan Persidafon Minggu lalu (22/5). "
Menurut manajer Persiba Idham Samawi, setiap pemain yang pakai baju Persiba dan berlaga di lapangan Minggu lalu akan memperoleh bonus Rp 15 juta per orang. "Sedangkan untuk pemain yang tidak bermain akan tetap ada bonus, namun belum tahu berapa," urainya saat dihubungi di Bantul, kemarin (23/5).
Menurut Idham, sumber dana untuk bonus tersebut berasal dari APBD dan sponsor. Sedangkan total bonus lebih dari Rp 165 juta. Jika besok (25/5) Persiba kembali menang atas Persiraja Banda Aceh, akan ada bonus lagi yang diberikan. Tapi itu belum pasti.
Idham berharap dalam kompetisi Divisi Utama kali ini akan ada hadiah bagi pemenang dari PSSI agar bisa digunakan untuk bonus bagi para pemain. Dia juga mengkhawatirkan gonjang-ganjing PSSI akhir-akhir ini berpotensi meniadakan hadiah bagi pemenang di laga Divisi Utama PSSI. Menurut dia, PSSI memang tidak pernah memberitahukan apakah ada reward atau tidak di awal musim. "?Tapi, biasanya setiap tahun ada hadiahnya berkisar Rp 500 juta sampai Rp 1 Miliar," paparnya.
Busari, salah satu pemain Persiba mengaku sudah mengetahui kalau akan ada bonus pasca kemenangan mereka memukul mundur persidafon, Minggu kemarin. "Dari informasi yang ia dapat kemungkinan nanti juga akan dapat bonus kalau menang atas Persiraja. "Tapi itu belum pasti, ya," urainya kemarin.
Idham juga memaparkan bahwa setelah masuk ISL nanti anggaran bagi Persiba akan meningkat. Ketika di Divisi Utama anggaran capai Rp 11 M bersumber Rp 8 M dari APBD dan 3 M dari sponsor. Sedangkan klub yang masuk ISL minimal akan menggunakan anggaran 14 M di setiap musimnya. Namun sepertinya Persiba tidak akan bisa menggantungkan dana tersebut dari APBD Bantul, apalagi sejak digelontorkan wacana pelarangan penganggaran APBD bagi sepak bola oleh Kemendagri. "Tapi itu kan masih wacana, kita lihat saja nanti kedepannya," urainya.
Namun bila nanti APBD memang benar-benar dilarang untuk sepak bola, Manajemen Persiba akan melakukan beberapa tindakan untuk mengurangi anggaran. Salah satu opsi adalah dengan mengurangi pemain asing. Menurut Idham, pos dana yang paling besar memang untuk membiayai pemain asing. Satu pemain asing menghabiskan dana 1 M per musim. Saat ini alokasi untuk Pemain asing paling banyak yakni 3 M. Idham mengakui keberadaan pemain asing memang cukup menentukan keberhasilan Persiba. Namun ia tidak mau memaksakan kalau ternyata dana tidak cukup.
"Kalau duitnya tidak cukup tidak usah dipaksakan, tapi ini baru sekadar opsi belum tentu akan di pilih,”tegasnya.
Sedangkan opsi lain adalah dengan mengandalkan sponsor dan donatur. Menurutnya kalau Persiba sudah di ISL kesempatan untuk mendapatkan sponsor lebih besar dibandingkan kalau masih di Divisi Utama. Ia juga akan mengkomunikasikan kebutuhan Persiba ini dengan orang-orang Bantul yang sukses, yang mungkin mau menjadi donator bagi Persiba. "Selain orang Bantul yang sukses, saya juga akan ajukan ke orang-orang jogja yang sukses, karena Persiba adalah representasi jogja di ISL,”urainya.
Terpisah, bupati Bantul, Sri Suryawidati belum tahu bagaimana nanti mendanai Persiba saat masuk ISL. Menurutnya ia belum mau memikirkan itu yang penting sekarang bagaimana caranya agar Persiba bisa menang melawan Persiraja besok (25/5).
Share on Google Plus

About 12paz