
Komite Normalisasi PSSI (KN-PSSI) siap menekan potensi money politic dan kecurangan lain dalam Kongres Pemilihan 20 Mei. Apalagi, pada kongres PSSI sebelumnya selalu ada indikasi persoalan seperti ini.
KN-PSSI mengklaim mewaspadai potensi politik uang dalam kongres pemilihan pengurus baru PSSI 2011-2015.Indikasi politisasi sebelumnya sempat muncul pada Kongres PSSI di Bali,21-22 Januari. ”Dalam pengawasan KN-PSSI,money politic dan berbagai kecurangan-kecurangan lainnya akan dikurangi.Potensi itu ada,tapi semua harus berpikiran positif,”kata Ketua KN-PSSI Agum Gumelar,kemarin.
Indikasi kecurangan jelang kongres di Pulai Bintan kabarnya juga ada.Kala itu, uang senilai Rp20 juta rumornya dibagikan kepada anggota PSSI jelang kongres pada akhir Maret itu.Sayang,skenario menggelar Kongres Pemilihan di Pulau Bintan gagal terlaksana. ”Segala bentuk kecurangan yang berpotensi muncul akan ditekan.Pada pemilihan pengurus baru sebelumnya,halhal seperti itu memang sangat kental terjadi.Tapi,sekarang kami ingin jauh lebih bersih,”lanjutnya.
Agum juga mengatakan,pada agenda kongres kali ini,semua peserta dan pemilik hak suara harus belajar dari semua masalah yang sudah terjadi.Keterpurukan sepak bola nasional harus jadi pelecut pemilik suara menentukan keputusan yang baik bagi suksesi PSSI.”Sekarang yang terpenting anggota memiliki pandangan luas.Menempatkan seorang figur karena kapabilitasnya,”tandasnya. Sementara itu,acting Sekjen PSSI Joko Driyono mengungkapkan,potensi money politicdalam Kongres Pemilihan 20 Mei memang terbuka.Sebab,kandidat pengurus baru membutuhkan katalis untuk mendapatkan dukungan penuh suara anggota.
”Money politicsebenarnya bukan isu kami.Hal itu sepenuhnya milik kandidat dan anggota pemilik suara.Tapi,kami berharap semua pihak lebih mengutamakan kepentingan lebih luas.Artinya,mereka harus menyukseskan kongres apapun yang mengiringinya,”ujarnya. Berbagai skenario untuk menghambat laju kongres sebelumnya nyaring terdengar. Anggota PSSI yang tergabung dalam kelompok 78 (K-78) berencana mengganti Ketua KN-PSSI Agum Gumelar.Joko lalu menambahkan, gangguan terhadap jalannya kongres berpotensi memunculkan dilema baru. Sebab,kongres pemilihan itu akan dihadiri perwakilan FIFA Frank Van Hattum. PSSI saat ini masih menunggu konfirmasi kepastian kedatangan Direktur Asosiasi Anggota dan Pengembangan FIFA Thierry Regenass.
”Kami tetap berharap money politic ditiadakan,meskipun tidak bisa menjamin transaksi suara hilang.Fokus kami saat ini tetap bagaimana kepengurusan baru terbentuk.Bila ternyata deadlock,kami tetap akan teruskan dengan catatan darurat sambil menunggu terobosan legal dari FIFA. Selain FIFA,perwakilan AFC positif datang,”tandasnya. Untuk registrasi peserta kongres,Joko menerangkan,semua sudah dibahas pada rapat pertama persiapan agenda ini Senin (16/5).”Registrasi peserta kongres pada Kamis (19/5) mulai pukul 12.00 - 17.00 WIB. Untuk kongres akan dimulai pada Jumat (20/5) mulai pukul 14.00 WIB,”tutur Joko.
”Pada kongres ini,hanya ada agenda tunggal yakni pemilihan ketua umum (ketum), wakil ketum,kemudian anggota komite eksekutif (Exco).Kami turut mengundang Menpora dan Ketua KONI,”lanjutnya. Salah satu anggota baru KN-PSSI MC Bariyadi mengatakan,dia sudah siap bersikap netral.Menurutnya,sebuah kehormatan baginya menjadi bagian dari KN-PSSI yang diserahi tugas FIFA menormalisasi kekisruhan suksesi federasi sepak bola negeri ini. Baryadi pun berharap agar semua bersikap yang tak merugikan sepak bola Indonesia.
”Jika sampai ada suspend,maka banyak yang akan dirugikan.Salah satunya timnas U-23 tak bisa main di SEA Games (SEAG) 2011.Demi kepentingan sepak bola nasional,saya berharap agar semua pihak bisa mencair,”pungkasnya. ●wahyu argia
