Share |

Ketum Persiba : Sumpah Saya tidak sebut Wartawan GOBLOK !!!


ersiarnya kabar terkait tudingan kepada Ketua Umum Persiba Balikpapan, yang dianggap melecehkan (mengatakan goblok ) pada wartawan sesaat setelah Kongres yang berlangsung deadlock pada 20 Mei lalu di Jakarta.

Syahril HM Taher langsung memberikan klarifikasi terkait tudingan wartawan Ibu Kota tersebut. Menurrut Syahril pemberitaan di media yang menuding dirinya mengatakan pelecehan kepada wartawan, hal tersebut sangatlah tidak benar.

“Bagaimana mungkin saya mengeluarkan kata-kata yang melecehkan wartawan, sesaat setelah kongres PSSI yang berakhir deadlock tersebut. Selama ini semua tahu bagaimana hubungun saya dengan wartawan baik lokal maupun nasional sangatlah baik,” kata Syahril, saat dihubungi , Senin (23/5) malam.

Menurut Syahril dirinya berani bersumpah atas nama Allah, bahwa dirinya tidak sekalipun mengucapkan kata-kata yang melecehkan wartawan dengan menyebut wartawan goblok sebagaimana diberitakan di beberapa media –media nasional.

“Sumpah demi Allah tak ada kata-kata saya melecehkan wartawan. Saya sangat dekat dengan wartawan, menurut saya siapapun yang berani mengatakan demikian berarti dirinya yang bodoh dan bisa dikatakan gila. Karena wartawan itu adalah penyambung lidah rakyat dan mereka sudah menjadi bagian hidup saya. Jadi tidak ada sedikitpun perkataan saya yang melecehkan demikian,” beber Syahril.

Diterangkan Syahril, usai pelaksanaan kongres yang berlangsung ricuh tersebut, Kelompok 78 menggelar konferensi pers yang diwakili Yunus Nusi selaku juru bicara. Dalam suasana tersebut sudah tentu banyak wartawan dari berbagai media yang berkisar ratusan jumlahnya.

“Tiba-tiba saja ada wartawan yang menuding saya mengatakan kalau saya mengeluarkan perkataan yang melecehkan wartawan (wartawan goblok.Red). Bagaimana mungkin saya yang berjarak sembilan meter dari konferensi pers tersebut bisa didengar,” sebut dia.

Tak terima atas tudingan wartawan Ibu Kota tersebut, Syahril pun langsung mencari tahu sekaligus menghubungi sumber berita. Hasilnya kata Syahril, tudingan tersebut bersumber dari salah seorang wartawan Ibu Kota yang bernisial Arta dari Tabloid Go.

“Saya sudah konfirmasi kepada wartawan tersebut yang bernama Arta, malam ini (kemarin.Red). Dia tahu posisi saya jauh sekira sembilan meter, sedangkan dia lebih dekat dengan konferensi pers tidak mungkin dia (Arta.Red) bisa membedakan suara saya sedangkan dia tidak kenal benar karakter suara saya, apalagi dalam keadaan ramai,” beber Syahril lagi.

Dari percakapan Syahril dengan Arta sendiri, dikatakan Syahril, bahwa Arta memang tidak bisa membuktikan apakah tudingan tersebut benar atau tidak. “Karena itu pula saya katakan kepada Arta, agar tidak ada anggapan miring tentang saya di mata wartawan berbagai media baik lokal maupun nasional, saya minta Arta untuk mengklarifikasi isunya tersebut,” ungkap mantan anggota DPRD Kota Balikpapan tersebut.

Karena itu untuk menindaklanjuti tudingan itu, Syahril, malam kemarin langsung menghubungi aspek legal Persiba. Dr. M. Muhdar yang kebetulan sedang berada di Jakarta. Dikonfirmasi secara terpisah, Muhdar mengaku telah menghubungi wartawan dari Tabloid Go yang bernisial Arta tersebut.

Menurut Muhdar, dirinya telah menanyakan kepada Arta terkait kebenaran berita tersebut. “Dari hasil komunikasi saya dengan Arta, seprtinya dia (Arta.Red) memang tidak cukup kuat untuk membuktikan tudingannya kepada ketua umum Persiba. Karena itu kami meminta agar Arta mau melakukan klarifikasi terkait tudingan tersebut,” terang Muhdar.

“Sesuai dengan janjinya, besok (hari ini.Red) Arta akan melakukan klarifikasi. Untuk itu pula kami juga masih menunggu bagaimana klarifikasi Arta tersebut ,” sambungnya.

Muhdar sendiri menegaskan, apa yang dikatakannya tersebut bukan karena posisinya sebagai aspek legal Persiba, tapi demikian hal tersebut merupakan sikap profesionalnya sebagai pakar hukum. “Karena itu pula tadi (kemarin.Red) saya katakan, jika memang wartawan tersebut memiliki bukti atas tudingannya tersebut, silahkan buktikan.

Demikian pula kepada ketua umum Persiba, jika benar mengatakan sebagaimana tudingan wartawan tersebut tentunya harus dipertanggung jawabkan. Hanya saja dari pengamatan saya, apa yang dikatakan Arta sepertinya dia ragu dengan tudingannya tersebut,” tegas Muhdar.

Sebagaimana pengalaman, tidak mudah bagi seseorang paham dengan karakter suara seseorang terlebih orang tersebut tidak saling kenal. Kata Muhdar, kemungkinan sesorang bisa hapal dengan karakter suara seseorang butuh waktu cukup lama. “Dan itu yang tidak dimiliki Arta, yang memang tidak kenal dekat dengan ketua umum Persiba.

Dia bisa hafal karakter suara orang lain, sedikitnya dia sudah pernah kumpul bersama dalam kurun waktu minimal sebulan lah, jadi saya pikir tudingan Arta tersebut tidak kuat,” tandas Muhdar yang juga dosen di Universitas Balikpapan ini.(san)

Share on Google Plus

About 12paz