
Ancaman hukuman yang membelit kapten Deltras Danilo Fernando dipastikan tidak bakal memengaruhi penampilan klub ini.Sebaliknya,amunisi klub berjuluk The Lobster ini siap tampil habis-habisan.
Mereka siap memberikan yang terbaik saat melakoni partai awaymelawan Arema FC Malang,Minggu (29/5).Danilo mengaku sama sekali tidak gentar setelah dilaporkan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah ke polisi atas tudingan pencemaran nama baik. ”Ada hikmah dari peristiwa ini.Semua pemain sekarang lebih dekat satu dengan yang lain.Mereka siap memberikan dukungan jika memang saya dipanggil polisi,” ujar Danilo. Tidak hanya itu,menurut pria asal Brasil ini,semua pemain juga lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Deltras di akhir musim ini.
Mereka siap kerja keras meski Deltras sudah dipastikan lolos dari degradasi. ”Kami tidak akan patah semangat. Justru sebaliknya,semua itu menjadi lecutan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi Sidoarjo meski kami berjuang sendiri tanpa ada dukungan,” lanjut eks pemain Persisam Putra Samarinda dan Persik Kediri ini. Kabarnya,Saiful tersinggung atas ucapan Danilo yang meminta bupati mundur jika tidak bisa menggaji pemain. Lalu,mantan manajer Deltras itu mengajukan tuntutan kepada Danilo. ”Saya mewakili teman-teman yang sudah tidak gajian selama sembilan bulan. Kami sudah letih karena selalu diputarputar saat pemain menuntut haknya,” tutur Danilo,pemain yang pertama kali di Indonesia bergabung dengan Petrokimia Putra Gresik pada 2002.
Kasus yang membelit Danilo pun mengundang simpati mantan General Manager Deltras Goerge Handiwiyanto. Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu siap mendampingi Danilo jika diminta.”Saya kenal dengan Danilo. Saya yang membawa dia ke Deltras. Anaknya sebenarnya tidak pernah macammacam. Saya tahu benar sifatnya,” kata George. Selain itu,George juga menyesalkan tindakan Saiful yang melaporkan pemainnya ke polisi.”Sebagai seorang pemimpin daerah,sikap seperti itu tidak perlu dilakukan.Bagaimanapun,Deltras itu masih milik pemkab (pemerintah kabupaten),termasuk pemainnya.Mereka sudah memberikan hiburan kepada masyarakat dan belum menerima gaji kok malah dilaporkan ke polisi,” tuturnya.
George,yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Vigit Waluyo,juga sekarang masih menunggu jawaban somasi kedua yang ditujukan kepada KONI Sidoarjo dan Pengcab PSSI Sidoarjo.Semua terkait belum cairnya dana APBD yang dialokasikan untuk Deltras sebesar Rp10 miliar.”Jika sampai tanggal 19 Mei belum ada jawaban,kami akan melapor ke Polda Jatim,” tandas George. Sementara itu,Saiful,yang juga menjabat Ketua PSSI Sidoarjo,mengaku belum menerima surat somasi kedua.”Saya belum menerima.Saya serahkan semua masalah ke tim tujuh yang lebih menguasai.Yang jelas,untuk mencairkan APBD untuk Deltras harus hati-hati,” cetusnya.
Sayang, anggota tim tujuh belum ada yang bisa dihubungi,termasuk Ketua KONI Sidoarjo M Rochani.Namun, beberapa waktu lalu Rochani sempat mengatakan jika dana untuk Deltras sudah ada di rekening PSSI Sidoarjo. ●rachmad tomy
