Share |

Nasib Irfan Bachdim di Tangan Komandan Pelatihan


Kelulusan Irfan Bachdim dari pelatihan pengembangan karakter Prima di Batujajar, Jawa Barat, masih tidak jelas. Sekretaris Satuan Pelaksana PRIMA Hamidi menyatakan keputusan itu sepenuhnya ada menjadi otoritas komandan pelatihan. "Saya tidak mengetahui bagaimana perkembangannya, itu semua keputusan dari komandan pelatihan," katanya saat dihubungi Selasa, 17 Mei 201. Namun, kompensasi sebenarnya kerap diberikan PRIMA untuk atlet-atlet cabang lainnya. Irfan meninggalkan pelatihan dengan alasan izin pertandingan. Dia meninggalkan Batujajar bersama rekan satu timnya, Kim Kurniawan. Namun, saat Kim sudah kembali pada Senin Lalu, Irfan tidak muncul. Menurut Hamidi, pihaknya masih belum bisa memberikan keputusan sampai dengan pelatihan berakhir. Pada saat itu juga kemudian diketahui apakah peserta bisa dinyatakan lulus pelatihan atau tidak. Kehadiran pelatihan pengembangan karakter di Batujajar ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pelatihan atlet yang dipersiapkan untuk SEA Games XXVI yang akan digelar pada 11-22 November mendatang. Ketua Satlak PRIMA Tono Suratman pernah menyatakan bahwa seluruh atlet yang dipersiapkan untuk SEA Games wajib mengikuti pelatihan ini. Seiring perkembangan proses pelatihan, beberapa induk cabang olahraga mulai mempertanyakan kegiatan ini yang dianggap tidak bisa disesuaikan dengan agenda ujicoba dan bahkan program latihan sendiri. Hal itu kemudian disambut dengan adanya kelonggaran dari PRIMA bagi atlet yang tidak bisa mengikuti pelatihan di Batujajar. "Jika memang terbentur jadwal pertandingan pasti bisa disesuaikan," kata Tono beberapa waktu lalu. Beberapa atlet yang mendapatkan kompensasi semacam itu contohnya adalah atlet karate Faisal, beberapa atlet bulutangkis yang terbentur jadwal padat kejuaraan. Begitu juga dengan atlet basket putra yang tidak mengikuti pelatihan selama dua minggu penuh karena ada jadwal ujicoba.

EZTHER LASTANIA

Share on Google Plus

About 12paz