Mimpi mempertahankan gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) nampaknya harus dibuang jauh-jauh oleh Arema Indonesia. Bagaimana tidak, menantang Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Senin (7/3/2011) sore WIB, Arema dihajar setengah lusin gol. Pelatih Singo Edan Miroslav Janu pun mengakui ketangguhan tuan rumah.
Arema menderita kekalahan 6-1 (1-1) sekaligus menjadi rekor kekalahan terbesar sejak berjibaku di LSI. Boaz Solossa mencetak hattrick di babak kedua, ditambah gol kreasi Yustinus Pae dan Lukas Mandowen. Padahal di babak pertama, Arema mengimbangi tuan tumah via aksi Roman Chmelo di menit 5, yang dibalas Zah Rahan menit 14.
Kiper Ahmad Kurniawan menjadi turut berperan terhadap nestapa timnya setelah diganjar kartu merah karena melanggar Rahmat Rivai di penghujung babak pertama. Inilah jawaban kondisi pasang surut Singo Edan dalam beberapa hari terakhir. Persoalan gaji yang belum terbayar menjadi pemicunya.
Persoalan gaji yang membuat pemain sempat mogok, berimbas langsung pada persiapan tim. Bahkan sebelum menghadapi Persipura, Manager-Coach Arema Miroslav Janu tak bisa memberikan materi latihan yang memadai. Sebuah konsekuensi mahal yang harus ditanggung Arema.
"Pertandingan ini bagus untuk ujicoba tim Persipura," kata Miroslav Janu menyindir kekalahan telak timnya. Kendati sangat kecewa, pelatih asal Republik Ceska ini tak bisa menyalahkan pemain. Sebab kondisi sebelum bertanding memang sangat tidak mendukung.
Miro menambahkan, secara mental maupun fisik timnya sangat tidak ideal untuk bertanding. Terlebih Arema harus bermain dengan 10 orang sejak Ahmad Kurniawan diusir wasit. Sejak itulah, menurutnya, pertandingan sudah tidak berimbang.
Benar saja, pada babak pertama sejatinya Arema sanggup mengimbangi permainan agresif tuan rumah. Skor 1-1 cukup mewakili bahwa kedua tim memang selevel. Tapi kondisi di babak kedua sungguh mencengangkan.
Selepas Ahmad Kurniawan diganjar kartu merah, semuanya menjadi tidak normal lagi. Arema tersudut di pertahanan sendiri dan tidak mampu berbuat banyak untuk sekadar mengimbangi bombardir pemain Persipura.
Secara bergantian, Boaz, Mandowen dan Pae, menggelontor gawang Syaifudin tanpa ampun. stadion Mandala secara nyata menjadi ladang pembantaian. "Saya tahu sulit untuk menang. Tapi tak menyangka dengan skor sebesar ini," tandas Miroslav Janu.
Dengan kekalahan ini, Arema semakin sulit berharap bisa mempertahankan gelar juara yang disabetnya musim lalu. Dengan beda poin yang demikian jauh, kini Singo Edan hanya bisa berharap posisi runner-up untuk bisa tetap berlaga di Liga Champion Asia (LCA) musim depan.
Sementara, Pelatih Persipura Jacksen F. Tiago sangat bersyukur dengan pencapaian timnya. Menurutnya hasil itu berkat kerja keras pemain yang berupaya bangkit kendati sempat dikagetkan gol cepat Roman Chmelo di lima menit babak pertama.
"Tidak mudah menghadapi tim seperti Arema. Kita mungkin diuntungkan jumlah pemain, tapi ini juga ditentukan kerja keras tim sepanjang pertandingan. Kemenangan ini hasil yang penting bagi tim," ujar Jacksen selepas laga. Gelar juara tampaknya sudah di depan mata Persipura. (far)