
Gagal mendatangkan Filipina dan Kamboja, PSSI pun kembali merayu Timor Leste untuk beruji coba dengan timnas proyeksi Piala AFF 2010. Pertandingan akan digelar di Palembang, 21 November 2010.
Timor Leste bukanlah nama baru sebagai calon lawan tanding timnas Indonesia. Sebelumnya, tim ini sudah pernah menyatakan kesediaannya untuk beruji coba dengan Markus Horison cs.
Persetujuan telah disampaikan Timor Leste kepada PSSI secara lisan. Namun otoritas sepakbola Indonesia itu justru berpaling kepada timnas Filipina yang memiliki peringkat lebih baik.
Belakangan Filipina justru membatalkan kesediaannya. Tim yang bergabung di Grup B pada Piala AFF 2010 itu beralasan tak bisa mendapat izin dari 9 pemainnya yang masih aktif di militer.
Sekjen PSSI, Nugraha Besoes sempat angkat tangan mencari pengganti Filipina dan Kamboja. Namun tak lama kemudian, Ketua Panitia Lokal Piala AFF 2010 Joko Driyono justru berkata sebaliknya.
"Timor Leste akan menjadi lawan tanding Indonesia," kata Joko saat dihubungi wartawan, Senin, 15 November 2010.
"Sejak awal, mereka memang negara yang paling memungkinkan untuk didatangkan tetapi PSSI tidak memprioritaskan karena memilih Filipina dan Kamboja," sambung CEO PT Liga Indonesia itu.
"Tetapi, karena kedua negara itu missed, akhirnya Sekjen PSSI Nugraha Besoes kembali menghubungi Timor Leste dan ternyata mereka setuju.”
Menurut Joko, Timor Leste akan tiba di Jakarta, 19 November 2010. Ujo coba sendiri akan digelar di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, dua hari kemudian.
Joko menegaskan uji coba tidak mungkin digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Pasalnya stadion tersebut akan digunakan untuk venue bagi penyisihan grup A Piala AFF 2010.
"Sesuai dengan regulasi yang berlaku, SUGBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno sudah tidak bisa dipakai dua pekan sebelum even digelar," kata Joko.
Persetujuan Riedl
Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Bidang Teknik BTN, Iman Arif mengatakan pelatih timnas, Alfred Riedl juga tidak setuju denga kehadiran Timor Leste. Pasalnya, peringkat tim tersebut jauh di bawah Indonesia.
Iman mengatakan Riedl menginginkan tim-tim yang paling tidak memiliki level setingkat timnas. Riedl juga menolak untuk beruji coba dengan tim-tim lokal yang mengikuti kompetisi Indonesia.
"PSSI sudah memberitahukan calon uji coba ini kepada Coach Alfred Riedl. Riedl telah setuju," kata Joko. "Karena 16 November nggak jadi. Karena itu cuma ada dua uji coba. Satu lagi lawan Taiwan (24/11," tandas Joko.
