
Pelatih Sriwijaya FC, Ivan Kolev, mengakui perekrutan dua penyerang, Yong Jie Mu dan Muhammad Rifky dilakukan secara terburu-buru.
"Saat itu memang kondisinya harus cepat, karena PT Liga Indonesia akan menutup pendaftaran pemain. Jadi, mau tak mau saya harus memutuskan pemain yang direkrut, jika tidak tim hanya memanfaatkan empat pemain asing," kata Kolev di Palembang, Senin.
Sementara, dia melanjutkan, khusus perekrutan Rifky dilakukan untuk mengatasi krisis pemain depan yang melanda tim.
"Tim kehilangan beberapa pemain depan karena cedera dan memperkuat timnas, jadi saya harus merekrut seorang striker lokal," ujar pelatih asal Bulgaria ini.
Dia tak menampik, karena diburu waktu itu membuat pilihan pemainnya jadi kurang.
"Memang manajemen memanggil beberapa pemain untuk diseleksi. Tapi, saya tidak dapat leluasa untuk memilih karena dikejar waktu," kata dia.
Dia juga membenarkan, hingga saat ini Yong dan Rifky belum menunjukkan performa sesuai dengan keinginannya.
Hanya saja, dia enggan menerangkan secara detail kekurangan kedua pemain itu.
"Jika dibandingkan dengan pemain lain, Yong dan Rifky adalah pemain yang paling baru bergabung dengan tim. Keduanya memerlukan waktu untuk memberikan penampilan terbaik untuk tim," ujar dia.
Yong Jie Mu adalah penyerang asal China. Meskipun pemain asing, Yong terbilang jarang diturunkan Kolev, karena tidak dapat bersaing dengan striker lainnya seperti Keith Kayamba Gumbs, Park Jung Hwan, Budi Sudarsono, dan Oktavianus Maniani.
