Share |

Gagasan Kompetisi Liga Tandingan Ide SINTING !!!


Terdegradasi ke pentas Divisi Utama benar-benar menyakitkan bagi Persebaya Surabaya. Mereka menuding hal itu tak lepas dari ''skenario'' PSSI karena sikap kritis Persebaya kepada otoritas sepak bola nasional tersebut. Tak ingin terus dikerjai, Green Force -julukan Persebaya- mencuatkan wacana untuk tidak lagi mengikuti kompetisi yang dijalankan PSSI.

Meski begitu, Persebaya tidak akan nganggur. Mereka siap mengikuti kompetisi tandingan di luar yang ada sekarang. Isyarat tersebut dilontarkan Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar dalam pertemuan dengan wakil Bonek (sebutan suporter Persebaya) se-Indonesia di Lapangan Karanggayam, Surabaya, kemarin (13/9).

Menurut Saleh, sudah saatnya klub-klub di Indonesia menyadari bahwa mereka dibohongi oleh PSSI. ''Kita tidak bisa terus-terusan bertahan seperti ini. Kita dipermainkan. Makanya, kita butuh kompetisi yang sehat,'' ujarnya.

Persebaya tidak sendiri. Kabarnya, 15 klub bakal terlibat dalam kompetisi itu. Jumlah tersebut diharapkan bertambah seiring dengan jalannya lobi-lobi ke beberapa klub di Jatim seperti Persibo Bojonegoro, Persema Malang, dan Deltras Sidoarjo.

Menurut Saleh, pembahasan tentang format kompetisi itu terus digodok. Salah satunya terkait dengan titel kompetisi. Meski begitu, para penggagas kompetisi tersebut berencana mendeklarasikannya pada 17 September.

Saleh memaparkan, dalam kompetisi itu, diharapkan peran klub lebih besar. Yakni, memberikan porsi kepemilikan saham sekitar 80 persen kepada klub. Wacana tersebut jauh lebih baik daripada realita yang terjadi pada PT Liga Indonesia (LI) sekarang. Sebagai pengelola kompetisi, PT LI seratus persen dimiliki oleh PSSI. Alhasil, mereka tidak bisa apa-apa ketika PSSI melakukan intervensi seperti menganulir keputusan maupun mengubah format kompetisi.

"Kompetisi kalau tetap kayak begini cepat atau lambat pasti akan membunuh klub-klub peserta sendiri," tegas Saleh.

Saleh menambahkan, kompetisi tandingan itu tidak akan menyalahi aturan. Sebab, penyelenggaraan kompetisi tersebut tetap berada di bawah PSSI. Yang membedakan hanya penyelenggaranya, yang bukan lagi PT LI. ''Yang penting kan mainnya tetap di Indonesia. Jadi, PSSI masih berhak ikut campur di dalamnya,'' jelas dia.

Sementara itu, Manajer Persibo Taufik Risnandar menyatakan baru mendengar adanya wacana kompetisi tandingan. Karena itu, tim juara Divisi Utama yang promosi ke Indonesia Super League (ISL) tersebut belum mengambil sikap. ''Kami sementara ini masih fokus persiapan ke ISL dulu. Untuk yang lain-lain, apalagi tentang kompetisi tandingan itu, tidak dululah,'' kata Taufik kepada Jawa Pos kemarin.

Di sisi lain, wacana menghelat kompetisi tandingan tersebut disikapi dingin oleh PT LI. ''Kalau memang ada liga sepak bola seperti itu, tidak akan ada pengakuan dari FIFA. Menurut aturan FIFA, yang berhak menyelenggarakan liga sepak bola adalah federasi di negara masing-masing anggota FIFA,'' urai Tigor Shalomboboy, sekretaris PT LI, kemarin.

Tigor menyatakan belum mendengar wacana bahwa beberapa klub akan menggulirkan kompetisi di luar kompetisi resmi PSSI. Pihaknya juga tidak bisa mengambil tindakan karena hal itu berada di luar tanggung jawab PT LI. ''Secara legalitas, memang liga seperti itu tidak termuat dalam aturan FIFA. Tapi, ada sanksi atau tidak, PSSI yang memutuskan,'' paparnya.

Tigor menambahkan bahwa kompetisi ISL 2010-2011 digulirkan pada 26 September mendatang. Sebanyak 18 klub sudah memberikan konfirmasi bakal mengikuti kompetisi tertinggi di Indonesia tersebut. Karena itu, jadwal resmi bakal segera dirilis.

Terkait dengan izin keamanan yang selama ini sering menjadi penghalang pertandingan berjalan tepat waktu, PT LI akan mendekati kepolisian secara langsung. ''Setelah Lebaran kami berencana berkeliling untuk menemui para Kapolda di daerah-daerah yang ada klub ISL-nya,'' ungkap Tigor. (ren/nar/c10/ca)
Share on Google Plus

About 12paz