
Kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010-2011 dihelat pada 26 September mendatang. Namun, belum apa-apa, Persija Jakarta dan Sriwijaya FC Palembang mulai bersitegang.
Itu dipicu oleh sikap kiper Sriwijaya Ferry Rotinsulu yang memilih membatalkan kontrak dengan Persija. Padahal, Ferry sudah menerima down payment (DP) atau uang muka sebagai tanda jadi bahwa musim depan dirinya berbaju Macan Kemayoran -julukan Persija.
Situasi tersebut sangatlah disayangkan kubu Persija. Mereka pun menuntut Ferry untuk mengembalikan uang DP tersebut ke kas Macan Kemayoran. Persija juga bakal menunggu Ferry untuk datang ke markas mereka guna mengembalikan uang tanda jadi tersebut.
"Ferry harus membereskan masalah administrasi tersebut. Sebab, dia memang sudah menerima uangnya," tutur Ferry Indrasyarief, asisten manajer Persija, kemarin (25/8).
Kubu Persija tak habis pikir dengan sikap Ferry. Alasannya, Ferry awalnya menyatakan bersedia mengawal gawang Persija musim mendatang. Namun, Ferry memilih mengingkari kesepakatan yang sudah dibuat dengan tetap berbaju Laskar Wong Kito -sebutan Sriwijaya.
"Katanya, supaya dekat dengan keluarga. Tapi, kami tak memberikan deadline kapan dia harus mengembalikan uangnya. Yang jelas, dia wajib mengembalikannya," tegas Indrasyarief.
Lalu, bagaimana jika pemain tak memenuhi kewajibannya? Kubu Persija memilih tak berandai-andai dengan berbagai kemungkinan tersebut. Mereka hanya berharap agar Ferry memiliki iktikad baik untuk memenuhi kewajiban itu.
"Sepak bola Indonesia harus diselesaikan dengan cara kekeluargaan," tegas Indrasyarief.
Sementara itu, Ferry membenarkan bahwa dirinya memang sudah menerima DP dari Persija. Dia pun berjanji mengembalikan uang DP itu ke kubu Macan Kemayoran.
"Memang benar saya sudah menerimanya. Saya juga akan mengembalikannya. Tapi, saya memang belum ketemu mereka," ucap Ferry setelah latihan timnas Indonesia di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, kemarin.