
Marwan Sayedeh bakal menjadi penyerang idola suporter PSM Makassar.Ekspektasi tinggi ini dibebankan kepada striker asal Suriah karena statusnya.
Ya,Marwan pada musim 2010/2011 adalah pemain termahal pasukan Juku Eja.Dari seluruh pemain yang berhasil didatangkan PSM, Marwan tercatat memiliki nilai kontrak paling tinggi.Demi mendatangkan mantan striker Pelita Jaya itu,PSM kabarnya mengeluarkan uang sebesar Rp900 juta. Nilai ini juga terbilang cukup tinggi dibandingkan empat pemain asing yang bakal diikat PSM. Sebab, untuk mendatangkan Ali Khadafi,George Owinu Audi,Abou Madesssou Gerrad, serta Mustafic Fahrudin, PSM menyiapkan dana di bawah kontrak Marwan.
Empat pemain itu kabarnya hanya bernilai Rp800 juta per orang. Sayang,manajemen PSM bungkam soal harga Marwan. Humas PSM Nurmal Idrus mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait nilai kontrak ini.Kendati demikian, dia tidak membantah jika nilai kontrak pemain asing itu berada pada kisaran Rp600 juta–900 juta. Untuk pemain lokal yang kini resmi diikat PSM, Nurmal mengatakan nilainya berada di sekitar angka Rp600 juta.Untuk nilai kontrak paling rendah adalah Rp100 juta.Nilai kontrak ini berlaku bagi para pemain PSM U-21 yang naik pangkat tim senior. Selain itu,Nurmal mengaku untuk musim 2010/2011 nilai kontrak pemain lebih merata.
Artinya, jika musim lalu jarak nilai kontrak pemain lokal terlalu jauh, sekarang hal itu tidak terjadi lagi. ”Saya memang tidak mengetahui secara pasti nilai kontrak pemain.Namun, saya bisa katakan bahwa nilainya lebih merata. Ini juga diharapkan agar tidak ada perasaan kurang enak antarpemain,”tuturnya. Untuk nilai kontrak pemain asing,Nurmal mengaku belum memiliki daftar harga setiap pemain. Maka itu,dia belum bisa membuat rincian berapa biaya yang dibutuhkan. Tapi, Nurmal memang setuju jika manajemen menyiapkan angka lebih besar. Bahkan, dana yang dibutuhkan tak kurang dari angka Rp4,5 miliar.
Jumlah tersebut untuk mendatangkan lima pemain asing musim depan. ’’Pengeluaran untuk belanja pemain musim depan mengalami peningkatan.Namun, kami tetap optimistis bisa mendapatkan uang dan menyelesaikan masalah kontrak pemain,”tutur Nurmal. Direktur TeknikPSM Abdi Tunggal mengatakan jika Marwan memang menjadi pemain termahal. Hal itu dianggap cukup beralasan.
Marwan juga memiliki kemampuan untuk diplot sebagai second striker seperti yang dilakukan saat masih bermain untuk Pelita Jaya.Dengan kualitas yang dimiliki, harga itu dianggap Abdi cukup realistis. (abd kadir)
