
Persija Jakarta dan Persitara Jakarta Utara belum mendapatkan kepastian dana untuk mengarungi kompetisi 2010/2011.Potensi subsidi dari APBD belum juga diputuskan.
Status pendanaan dua klub Ibu Kota ini menggantung.Garansi finansial dari anggaran belanja tambahan (ABT) belum juga disetujui pemerintah daerah (pemda). Untuk menopang operasional, duo Jakarta itu sebelumnya dikabarkan akan mendapatkan ABT total senilai Rp20 miliar. Rinciannya, Macan Kemayoran, julukan Persija, mendapatkan subsidi Rp15 miliar, lalu adik kandungnya pasukan Si Pitung kebagian Rp5 miliar.Namun,Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Muhayat mengungkapkan, anggaran untuk menutup pembiayaan Persija dan Persitara selama putaran pertama belum dicairkan.
’’Dana untuk Persija belum bisa dicairkan dalam waktu dekat. Sebab, belum diketok oleh DPRD.Posisi kami saat ini menunggu pengesahan mereka. Kalau sudah disahkan, pasti segera dicairkan,” kata Muhayat kemarin. Duo klub Jakarta tersebut saat ini membutuhkan suntikan dana segar.Anggaran itu diperlukan untuk membayar down payment (DP) pemain sebesar 25% dari total kontrak. Mereka juga harus membiayai operasional tim, meski Persija memiliki cadangan anggaran Rp5 miliar untuk membayar DP pemain. Lalu, bagaimana dengan gaji pemain?
Skuad Macan Kemayoran yang sudah dua pekan lebih menjalani latihan untuk persiapan musim 2010/2011 tentu membutuhkan. Apalagi, kesiapan mereka sudah 90% dan tinggal menunggu tambahan satu amunisi asing plus dua lokal. Masalah serupa dihadapi Persitara yang menjalani persiapan untuk bersaing di level Divisi Utama. Pasukan Si Pitung itu membutuhkan anggaran total Rp3,5 miliar. Rinciannya, Rp2,5 miliar untuk membayar DP pemain dan sisanya operasional tim sampai menjelang kickoff kompetisi pada pertengahan Oktober mendatang. Sayang,semua yang terkait dana kini masih buram.Muhayat mengatakan, persentase alokasi ABT bagi Persija dan Persitara belum diketahui.
’’ Kami belum tahu berapa yang diperuntukkan bagi Persija atau Persitara. Kan, kami belum tahu berapa miliar yang disahkan oleh Dewan. Kami belum tahu perkembangannya,” lanjutnya. Pada beberapa musim terakhir Persija selalu mendapat porsi uang rakyat paling besar. Macan Kemayoran disubsidi Rp21 miliar pada musim 2009/2010 dan Rp16,6 miliar digunakan untuk membangun kekuatan.Hasilnya,mereka hanya finis di peringkat 5 pada Djarum Indonesia Super League (ISL). Lalu di Piala Indonesia 2010, Persija hanya mampu bermain hingga babak 8 besar. Nasib lebih tragis dialami Persitara. Menerima APBD Rp10 miliar, skuad Si Pitung terdegradasi dengan status juru kunci di ISL.
Mereka hanya sanggup mengumpulkan nilai 28 dari 34 laga. Sementara itu dari dewan, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Sahrianta Tarigan menegaskan, kepastian status anggaran Persija dan Persitara baru diketahui seusai rapat paripurna, Selasa (31/8). ”Kami belum bisa menyebutkan perkiraan angkanya, karena belum disahkan.Rapat paripurna baru pekan depan,”katanya. Manajer Persitara Hari Ruswanto menyatakan,klub mengajukan ABT sebesar Rp10 miliar dan diperkirakan cair dengan kisaran Rp5 miliar–8 miliar. Untuk menjalankan operasional tim, Persitara saat ini hidup dari dana pinjaman. ”Kami masih menunggu.
Kalau akhir Agustus baru disahkan, pencairannya bisa Oktober.Ini menyulitkan, karena dana Persitara minus. Persiapan tim semuanya ditopang dana pinjaman. Beban menjadi berat bila ketum (ketua umum) Persitara jadi bergabung dengan Persija,”pungkasnya. (wahyu argia)
