
Bermain tanpa harus mendapatkan gaji sejak Juni 2010 lalu, anak asuh Robert Albert tampil trengginas dalam laga lanjutan babak delapan besar Piala Indonesia 2010, Minggu (18/7/2010) petang di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Tak tanggung-tanggu, skuad Singo Edan pun melibas tim favorit Persib Bandung dengan skor 3-0 tanpa balas.
"Kami memang. Kami menuntut gaji pemain agar segera diberikan," ungkap Robert Albert, Minggu (18/7/2010) malam saat konfrensi pers usai pertandingan berlangsung.
Apa yang diucapkan mantan pemain Ajax Amsterdam itu terkesan kontras jika menilik hasil pertandingan yang cukup fantastis. Meski hidup dan bergantung pada dunia sepakbola, sikap profesional sudah ditunjukkan anak-anak Singo Edan.
Tanpa ragu dan manja, mereka tahu tugasnya. Meski perih dan belum menerima gaji selama dua bulan, para punggawa Arema Indonesia pun tetap mengibarkan semangat bertanding tanpa mengenal lelah.
Meski krisis financial kembali melilit Tim Juara Indonesia Super League Musim 2009-2010 tersebut, tak membuat Facrudin dan kawan-kawan tampil loyo. Sejak wasit Jimmy Napitupulu membunyikan peluitnya, para pemain Arema tampil ngeyel. Berjibaku dengan para pemain berkelas macam Atep, Budi Sudarsono, Hariono, Nova Arianto dan Maman Abdurahman, tak membuat semangat Rachmad Affandi goyah.
Berkat tembakan firs time pada menit 57, Affandi yang sempat mogok berlatih karena tidak juga dibayarkan gajinya oleh Manajemen Arema, akhirnya membuktikan kelas dan mentalnya.
"Pertandingan sore ini kami persembahkan untuk Aremania dan Aremanita. Lebih dari itu, kami bisa menang karena semangat pemain dan pelatih satu kata," ucap Robert.
Menurut Robert, kemenangan besar yang diraih anak asuhnya, karena para pemain mempunya tekad baja dan mental juara yang sejati. Meski hak gaji belum juga terlunasi manajemen, sebagai pemain, ia memang butuh memompa semangat dan mental bertanding. Inilah kunci kemenangan Arema. Karena pemain, punya mental juara.
Ia juga menjelaskan, sebelum pertandingan berlangsung, satu kata yang kerap dihembuskan tim pelatih pada pemain agar kuat menghadapi segala cobaan. Soal molornya gaji pemain, memang dirasa tim sangat menyakitkan. Namun, karena mental para pemain luar biasa, mereka mampu membuktikan dan menjawab keraguan tersebut dengan kemenangan.
"Tanpa mental bertanding yang kuat, mustahil kemenangan ini bisa tercipta. Artinya, anak-anak sudah menunjukkan sebagai pemain profesional dan bermental juara. Sudah saatnya manajemen memberikan hak pemain. Karena pemain juga sudah menyelesaikan kewajibannya dengan memberikan kemenangan," papar Robert. [yog/gir]
